Jelang Pilkada, Pangdam Jaya Ultimatum Pelanggar Prokes COVID

Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurrahman meninjau persiapan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok (Istimewa)

MARGONDA- Pangdam Jaya, Mayjen Dudung Abdurrahman meninjau persiapan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok pada Sabtu 5 Desember 2020. Tak hanya itu, Pangdam yang tampak di dampingi Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadhil Imran membawa sejumlah bantuan alat pelindung diri untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Ya arahannya hari ini kan kegiatannya pengecekan kesiapan pilkada di Kota Depok, ya saya cek pada kesiapan terutama pada aparat baik Polisi dan TNI dalam rangka pengamanan,” kata Dudung di Markas Polres Metro Depok

Baca Juga: Bikin Bergetar, Ini Instruksi Kapolda untuk Kombes Azis

Selain memeriksa kesiap siagaan personil TNI-Polri, Dudung juga sempat meninjau ketersedian logistik yang dikoordinasikan pada petugas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Ternyata sudah siap.”

Adapun alat pelindung diri (APD) yang dikirimkan berupa sebanyak 10 ribu masker dan 5000 alat rapid test.

“Penekanan-penekanan kepada aparat agar di dalam pelaksanaan penyelenggaraan pencoblosan itu betul-betul mematuhi protokol kesehatan,” tuturnya

Lebih lanjut Dudung memberi instruksi pada jajarannya dan kepolisian untuk bertindak tegas pada siapapun yang melanggar protokol kesehatan (Prokes) terkait pencegahan penyebaran COVID-19.

“Jangan segan-segan untuk menindak bila mana terjadi kerumunan masa yang tidak sesuai standar protokol kesehatan.”

Untuk diketahui, pencoblosan Pilkada Depok tinggal lima hari lagi, atau 9 Desember 2020. Mereka yang bertarung diajang bergengsi tersebut adalah pasangan calon wali-wakil wali kota nomor urut satu, Pradi Supriatna-Afifah Alia dan pasangan calon wali-wakil wali kota nomor urut dua, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono. (rul/*)