Jelang Pilkada, 8000 Warga Depok Belum Punya E-KTP

Ilustrasi E-KTP (istimewa)

MARGONDA– Lebih dari 8000 warga Depok, Jawa Barat, tercatat belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau E-KTP jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pemerintah setempat beralasan, salah satu penyebabnya karena kehabisan stok blanko dari pusat.

Hal itu pun diakui Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna. Pria yang akrab disapa Pradi ini mengatakan, persoalan itu juga terjadi di banyak daerah lainnya.

“Iya ada delapan ribu lebih yang belum melakukan perekaman. Tadi juga dikeluhkan terkait pengadaan blanko itu sendiri karena ini persoalannya bukan hanya di Kota Depok,” katanya, Jumat 13 Desember 2019

Pradi mengatakan, terkait dengan hak suara atau Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat Pilkada nanti, untuk mereka yang belum memiliki E-KTP tidak perlu khawatir. Sebab, hal tersebut akan dipikirkan solusinya oleh Komisi Pemilihan Umum atau KPU.

“Ini tentunya ada rambu-rambu yang disampaikan KPU terkait itu. Apakah boleh dengan domisili dengan NIK atau KK (Kartu Keluarga),” jelasnya

Namun demikian, Pradi berharap seluruh warga yang telah memenuhi syarat dapat segera memperoleh E-KTP. Salah satu upaya yang sedang digeber oleh pihaknya melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atau Disdukcapil ialah dengan turun langsung ke lapangan, melakukan pendataan dan sosialisasi.

“Ini kerja sama semua pihak, bukan hanya pemerintah daerah dalam sosialisasi yang dilakukan.” (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here