Jarang Kejadian, Fenomena Surya Pethak Bikin Orang Depok Mudah Menggigil Belakangan Ini

Gambar oleh Pixabay
Gambar oleh Pixabay

DepokToday – Belakangan ini, beberapa orang diantara kalian mungkin ada yang merasa suhu di Depok dan sekitarnya lebih dingin. Mungkin fenonema matahari tampak memutih atau biasa disebut fenomena surya pethak yang jadi penyebabnya.

Dikatakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN, fenomena alam ini berpotensi terjadi diseluruh wilayah Indonesia. Fenomena ini diduga yang menyebabkan suhu bumi termasuk di Indonesia lebih dingin.

Kejadian ini dapat membuat orang di atas bumi merasa lebih mudah kedinginan dan menggigil. “Manusia akan mudah menggigil,” kata peneliti LAPAN Andi Pangerang dilansir dari CNN Indonesia pada Selasa 3 Agustus.

Fenomena ini juga dapat membuat tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan optimal dan kejadian tersebut dapat berlangsung paling lama 7 hingga 40 hari.

Andi menjelaskan, fenomena surya pethak merupakan merona putih selama siang hari sejak terbit hingga terbenam. Jika dikaitkan dengan musim, surya pethak umumnya hanya terjadi di musim-musim penghujan, yang saat itu penguapan air cenderung tinggi sehingga kabut awan lebih mudah terbentuk.

Baca Juga: [Update] Data BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Selasa 2 Agustus 2021, Tersedia 403 Bed

“Surya pethak hanya bisa terjadi jika kualitas udara di lokasi pengamatan kurang baik, dan dari sisi meteorologis, lokasi tersebut tertutup kabut awan, sehingga penghamburan (scattering) tidak sekuat ketika langit bersih dan cerah,” sebut dia.

Sedangkan untuk penyebab munculnya fenomena bisa diakibatkan karena letusan gunung berapi dan perubahan sirkulasi air laut yang dapat mempengaruhi penguapan dan pembentukan awan.

Surya “pethak” dapat dimaknai sebagai alam sunya ruri atau siang hari yang temaram seperti malam hari. Siang hari yang dimaksud di sini adalah dihitung sejak matahari terbit hingga matahari terbenam.

Menurut dia sinar matahari yang biasa kemerahan ketika terbit dan terbenam akan memutih, sedangkan ketika matahari meninggi, sinar matahari tidak begitu terik dikarenakan terhalang oleh semacam kabut awan. (lala/*)