Janji Ahok Jika Jadi Presiden, Rakyat Kecil Siap-siap Tergoda

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Istimewa)
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (Istimewa)

DepokToday- Belum lama ini, video lawas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berbicara di hadapan rakyat kembali viral di media sosial. Kala itu, dia bicara mengenai peluangnya menjadi Presiden Indonesia di masa depan.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, komentar Ahok diunggah akun TikTok bernama @mulcokerbetawitangerang.

Dalam video itu Ahok berjanji, seandainya kelak dia terpilih menjadi Presiden Indonesia, maka dia akan membagikan sertifikat tanah gratis ke semua orang yang berhak menerimanya.

Sebab, menurutnya, biaya pembuatan sertifikat tanah terbilang murah, sehingga tak memberatkan anggaran milik negara.

“Kalau aku jadi presiden, aku kasih sertifikat tanah ke semua orang. Cuman 6.000, kenapa gak semua aku kasih sertifikat? Bapak dan ibu jadi orang kaya semua karena punya hak milik,” kata Ahok setengah berapi-api, dikutip pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Ahok menjelaskan, janjinya tersebut berasal dari prinsipnya yang tumbuh dari pepatah kuno mengenai keberuntungan, hak milik, serta lahan pribadi.

“Nah, itu pepatah China kuno yang ngajarin aku, kalau mau hoki, beruntung, itu bawahnya petak sawah. Jadi kalau bapak dan ibu mau hoki, mesti punya lahan. Jadi kalau punya duit lebih, beli tanah,” tegasnya

Pesan Ahok Kepada Rakyat

Lebih jauh, Ahok meminta rakyat di hadapannya untuk jangan menjual tanah dan lahan meski kondisinya sedang sulit. Namun, jika itu berurusan dengan orang tua yang sakit, mereka baru boleh melegonya.

“Susah apapun jangan jual tanah. Tapi, apa boleh buat kalau orang tua sakit di ICU sebulan dan gak mati-mati, jual tanah sama rumah kita,” tuturnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bela Wagub Jabar Terkait Heboh Dana Sewa Helikopter

Itulah mengapa, dia berharap, pemerintah bisa mengubah sistem pengobatan di Indonesia yang berpihak pada kalangan bawah.

Sehingga, saat ada yang sakit, tak perlu mengorbankan rumah atau tanahnya untuk membayar ongkos rumah sakit.

“Ini saya bilang, pemerintah ini tidak perlu kasih kita uang. Yang penting kalau kami sakit, jangan kami dirampok. Kalau anak kita pintar, jangan dirampok pas masih kuliah.”

“Jangan pas musim kampanye, baru ada pengobatan gratis. Kalau kita pas sakit, kalau gak sakit ke mana sekarang mobilnya?” kata dia. (rul/*)