Jangan Sampai Kena Tilang, Ini 7 Ciri-ciri Pelat Nomor Incaran Polisi di Jalan

Ilustrasi polantas (Istimewa)
Ilustrasi polantas (Istimewa)

DepokToday – Pelat nomor atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB ) wajib dilengkapi setiap pengendara bermotor.  Melansir dari Kompas.com, pemasangan pelat nomor  telah diatur oleh pemerintah baik untuk mobil atau pun motor.

Penggunaan TNKB tersebut tercantum dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 68.

Jika melanggar ketentuan, bisa kena ciduk. Didenda paling banyak Rp 500.000 atau kurungan maksimal dua bulan.

Selain mengatur soal penggunaan TNKB, diatur juga bahwa TNKB kendaraan tidak boleh dimodifikasi.

Seperti mengubah bentuk, warna, tulisan pelat nomor, maupun ditempeli dengan stiker atau logo yang tidak resmi. TNKB seperti ini, siap siap kena tilang.

Baca Juga: Terkendala Bahan Mudah Terbakar, Kobaran Api di Pabrik Karung Akhirnya Berhasil Dipadamkan

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar menjelaskan, TNKB kendaraan memiliki aturan tersendiri, semuanya merujuk pada spesifikasi teknis yang dikeluarkan Polri.

“Setiap pelat nomor yang digunakan harus sesuai ketentuan spesifikasi teknis yang dikeluarkan oleh Polri.” kata Fahri.

Baca Juga: Aksi Menegangkan 4 Prajurit TNI Sergap KKB di Tengah Sungai

“Apabila dimodifikasi atau tidak sesuai, itu termasuk pelanggaran lalu lintas,” sebut dia.

Lebih lanjut, berikut 7 TNKB kendaraan yang menyalahi aturan:

1.Angka TNKB yang hurufnya diatur/angka diarahkan ke belakang sehingga terbaca nama.

2.TNKB yang hurufnya diubah seperti huruf digital.

3.TNKB yang ditempel stiker/logo/lambang kesatuan/instansi yang terbuat dari plastik/logam/kuningan seolah-olah pejabat (tidak resmi).

4.Huruf dan angka TNKB dicetak miring dan huruf timbul.

5.Ukuran TNKB tidak sesuai standar (terlalu besar atau kekecilan).

6.Menyamarkan warna huruf dan angka TNKB sehingga sulit dibaca.

7.Mengubah warna pelat nomor atau ditutup mika sehingga mengakibatkan warnanya berubah. (lala/*)