Jangan Panik, Habis Vaksinasi Alami KIPI Tangani dengan Cara Ini

Gerai vaksin Polsek Sukmajaya (DepokToday.com)
Gerai vaksin Polsek Sukmajaya (DepokToday.com)

DepokToday – Saat ini pemerintah tengah gencar melakukan vaksinasi kepada warga Indonesia. Program yang dilaksanakan sebagai upaya penanganan COVID-19 ini diharapakan mampu menyentuh sebagian besar warga agar terbentuk herd immunity. Namun, warga yang menerima vaksin dilaporkan juga mengalami sejumlah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau KIPI.

Tapi jangan khawatir, kejadian ini terjadi karena bagian dari gejala medis yang dapat terjadi setelah vaksinasi/imunisasi yang diduga terkait dengan vaksinasi/imunisasi yang diberikan.

Dikutip dari situs pemerintah covid19.go.id, umumnya KIPI bersifat sementara dan ringan, serta akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Jika tubuh bereaksi dengan KIPI setelah menerima vaksinasi, tetap tenang. Reaksi nyeri, bengkak, dan kemerahan di lokasi suntikan dapat diatasi dengan kompres dengan air dingin. Jika demam dapat mengompres atau mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih, istirahat, dan minum obat bila perlu.

Mengalami reaksi KIPI yang berat, catat dengan detail dan segera laporkan pada petugas atau fasilitas layanan kesehatan, atau pada kontak yang tertera pada kartu vaksinasi, dan situs web pelaporan KIPI di https://keamananvaksin.kemkes.go.id.

Baca Juga: Vaksinasi di Terminal Jatijajar Kembali Dilaksanakan, Cek Jadwal dan Tautan Daftarnya di Sini

Vaksin aman dan terbukti melindungi, jadi ayo divaksin saat vaksinnya tersedia!

Sebagai informasi, saat ini lebih dari 50 juta orang rakyat Indonesia yang telah divaksin per Minggu, 8 Agustus 2021. Hasil itu menjadi kabar gembira lainnya dari upaya penanganan COVID-19 di Indonesia.

“Sudah ada 50 juta lebih orang rakyat Indonesia yang telah divaksin dosis pertama. Jumlah tersebut kurang lebih setara dengan 24 persen dari sasaran vaksinasi yang sebesar 208,2 juta orang. Kemudian dari 50 juta orang tersebut, 23,7 juta diantaranya sudah mendapatkan vaksinasi penuh atau dosis atau setara dengan 11,4 perse,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, dilansir dari situs pemerintah, Minggu 8 Agustus 2021.

Menurut dia, percepatan vaksinasi terus dilakukan oleh pemerintah berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat seperti swasta dan komunitas. Menurut data per 8 Agustus 2021 pukul 12.00 WIB, perlu ada percepatan vaksinasi untuk kelompok lansia yang saat ini baru 22,8 persen yang divaksinasi dosis pertama dari sasaran vaksinasi kelompok lansia. (lala/*)