Jangan Panik, Begini Cara Pertolongan Pertama Jika Tergigit Ular Berbisa

Temuan anak kobra Jawa (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Warga Depok dan sekitarnya belakangan ini sedang diresahkan dengan kemunculan ular kobra. Bahkan sejumlah kasus diantaranya sampai masuk ke dalam pemukiman. Kekhawatiran ini pun bukan tanpa alasan, sebab hewan reptil yang memiliki nama latin Naja Sputatrix atau kobra Jawa itu adalah salah satu jenis ular beracun atau bisanya dapat mematikan.

          Lalu seperti apa penanganan atau pertolongan yang dapat dilakukan jika terkena gigitan ular berbisa. Pemerhati reptil, Arbi Krisna mengungkapkan,

jika terlanjur tergigit, hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan langkah imobilisasi. Sebab, berdasarkan penelitian dari World Healt Organization (WHO) yang dikeluarkan tahun 2016, bisa ular tidak langsung masuk ke dalam darah melainkan menyerang sel getah bening manusia.

“Tapi sel getah bening ini memang drainase (untuk) masuk ke dalam darah,” ujarnya pada wartawan belum lama ini.

Arbi menjelaskan, posisi sel getah bening, berada persis diatas otot, sehingga apabila otot bergerak bisa atau racun ular akan terus mengalir dan menjalar ke seluruh tubuh. “Nah proses imobilisasi ini untuk mencegah otot tidak bergerak,” terangnya

Ia juga mengatakan, proses mobilisasi dapat dilakukan dengan cara menopang area tubuh yang terkena gigitan agar ototnya tidak bergerak.

“Imobilisasi yang dianjurkan terbaru oleh WHO sistemnya itu dibidai  atau dibalut seperti penderita patah tulang.”

Setelah dilakukan pertolongan atau penanganan pertama, segeralah bawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Nantinya, tim medis akan melakukan observasi selama 2×24 jam untuk melihat fase lokal atau sistemik.

“Jika sistemik akan di suntik serum, tapi kalau lokal korban sudah boleh pulang setelah dua hari,” tuturnya

Jika si korban terkena bisa atau racun dengan cara disembur (bukan digigit), sebaiknya langsung disiram mengunakan air bersih.

“Kalau disembur jangan dikucek, karena bisa (racun) ular akan bekerja jika dikucek ada lecet masuklah bisa kedalam sel getah bening,” paparnya

Tak jauh berbeda, Riky Maulana, salah satu penggiat reptil asal Bogor menambahkan, tidak disarankan mengeluarkan bisa ular dengan cara menghisap menggunakan mulut. “Kadang kita melihat ada yang nekat ngeluarin bisa ular dengan cara menghisap pada bagian yang terkena gigitan. Ini jangan dilakukan kalau tidak paham. Sebab bisa jadi malah si penolong yang ikut kena.”

Sebab, lanjut Rizky, bisa ular dapat berpindah melalui mulut. “Kalau gigi kita bolong, atau lagi sariawan, terus lambung enggak beres atau lagi kena radang, itu bisa membuat racun ular menjalar masuk ke dalam tubuh. Jadi jangan asal sedot atau hisap, pastikan dulu kondisi tubuh sehat, tidak ada gigi yang berlubang atau sariawan dan sebagainya. Sebaiknya segera ke rumah sakit,” jelas dia. (rul/*)