Jangan Lagi Keramas Pakai Air Hangat, Pengaruhnya Fatal untuk Rambut

Ilustrasi Mandi. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Mandi. (Foto: Istimewa)

DepokToday Mandi dengan air hangat memang menyegarkan. Selain membuat rileks, mandi air hangat sangat pas dilakukan dalam cuaca dingin.

Tidak hanya menghangatkan tubuh, saat mengguyurkan air hangat atau agak panas ke kepala, rasanya beban dan lelah serasa terangkat.

Namun, mulai sekarang kita perlu berhati-hati loh. Pasalnya, keramas dengan air hangat atau agak panas ternyata bisa menyebabkan rambut rontok.

“Air hangat tidak boleh. Rambut itu nggak didesain untuk pakai air hangat. Sebab, pH balance bisa terganggu,” ujar dr. Reinita Arlin Puspita seperti disitat dari Kompas.com.

Menurut dr. Reinita, keseimbangan pH yang terganggu dapat menyebabkan rusaknya folikel kulit kepala, melemah, dan berujung pada kerontokan rambut saat disisir.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa air hangat dapat mengelupas minyak alami yang ada pada rambut, sehingga menyebabkan rambut menjadi kering dan dehidrasi, yang akan membuat rambut lebih rentan terhadap kerusakan, kerontokan, dan ujung rambut pun bisa bercabang.

Keramas dengan air hangat atau panas sendiri sebenarnya merupakan salah satu faktor eksternal yang menyebabkan rambut rontok.

Menurutnya faktor penyebab kerontokan rambut dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu faktor internal dan eksternal.

Selain keramas dengan air hangat, faktor eksternal lainnya adalah kandungan sampo dan produk perawatan rambut lain yang kita gunakan serta perawatan rambut setelah keramas.

“Kita harus tau apa yang kita gunakan, seperti paraben itu kan berbahaya kalau terlalu banyak, bisa membuat rambut rontok. Jadi pilih produk itu penting,” ujar dr. Reinita.

Dokter Reinita juga mengatakan bahwa perawatan rambut setelah mandi dan keramas bisa membahayakan akar rambut jika dilakukan terlalu sering.

“Misalnya kalau laki-laki suka pakai gel setelah mandi, itu nggak baik, bisa membuat rambut rontok kalau terlalu sering. Lalu perempuan kan suka pakai hairdryer, catokan. Itu panas, kalau terlalu sering, nanti folikel rambut bisa rapuh, lalu patah dan rontok,” ujarnya.

Sementara itu, faktor internal atau faktor dalam tubuh bisa meliputi berbagai hal, seperti faktor genetik dan diet, atau apa yang kita konsumsi.

“Kalau menemukan satu keluarga masih muda, namun banyak yang botak, itu biasanya genetik,” katanya.

Baca Juga: Wisatawan Ngeluh Digetok Biaya Parkir Rp 150 Ribu Dekat Farm House

Lalu, makanan juga berpengaruh, Menurut dr. Reinita, rambut rontok bisa disebabkan oleh kurangnya makronutrien dan mikronutrien seperti asam amino yang menurutnya, mirip dengan semen pada rambut manusia karena berperan penting dalam memperkuat rambut.

Untuk itu, dr. Reinita mengatakan kalau kita perlu mengonsumsi banyak makanan dengan kandungan asam amino tinggi, seperti daging ayam atau ikan.

Ia juga menyarankan agar kita mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, seperti bayam, brokoli, atau paprika.

“Seperti kulit, rambut juga mengalami gejala penuaan yang ditandai dengan rambu rusak, bercabang, dan rontok. Jadi, untuk mengikat radikal bebas agar tidak berpengaruh buruk pada kulit kepala, diperlukan makanan kaya antioksidan,” ucapnya. (lala/*)