Jangan Anggap Remeh, 24 Klaster Ini Penyumbang Angka COVID-19

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok bersama aparat terkait melakukan pemeriksaan rapid test antigen pada para pemudik yang kembali ke Kota Depok. (Foto: Depoktoday.com)
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok bersama aparat terkait melakukan pemeriksaan rapid test antigen pada para pemudik yang kembali ke Kota Depok. (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok akui saat ini kasus COVID-19 di Kota Depok sedang mengalami lonjakan tajam. Pada hari Jumat, 18 Juni 2021 saja tercatat ada lonjakan sebanyak 511 kasus dalam kurun waktu sehari. Ini dicap sebagai lonjakan tertinggi yang terjadi selama pandemi melanda.

Baca Juga : Kasus COVID di Depok Sehari 511 Orang, Tertinggi Sejak Pandemi

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok pun menyebut dari total keseluruhan kasus, penyumbang terbanyak dari klaster keluarga.

Ada berapa klaster COVID-19 di Kota Depok? Berikut data urutan klaster dari yang terbanyak data hingga tanggal 16 Juni 2021 :

1. Klaster Rumah Tangga 21408 kasus

2. Non klaster 18031 kasus

3. Kasus impor 4048 kasus

4. Klaster Perkantoran 3330 kasus

5. Klaster Fasilitas Kesehatan 660 kasus

6. Klaster Pesantren 531 kasus

7. Klaster Tenaga Kesehatan 409 kasus

8. Klaster Perjalanan 263 kasus

9. Klaster Pusat Perbelanjaan 146 kasus

10. Klaster Transportasi Umum 124 kasus

11. Klaster Pertemanan 103 kasus

12. Klaster Pertemuan 101 kasus

Baca Juga : Klaster Pertemuan Ibu-ibu di Depok, 26 Orang Positif COVID

13. Klaster Tempat Wisata 101 kasus

14. Klaster Sekolah 78 kasus

15. Klaster Kegiatan Agama 74 kasus

16. Klaster Pasar Tradisional 69 kasus

17. Klaster Perkantoran Bank 58 kasus

18. Klaster Libur Lebaran 40 kasus

19. Klaster Fasilitas Umum 32 kasus

20. Klaster Rumah Makan 30 kasus

21. Klaster Tempat Ibadah 12 kasus

22. Klaster Perguruan Tinggi 4 kasus

23. Klaster Kegiatan Pendidikan 3 kasus

24. Klaster Liburan 2 kasus

Tekan klaster COVID-19 dengan aturan

Pemerintah Kota Depok bersama aparat terkait kembali melakukan razia protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kota Depok. (Depoktoday.hops.id)
Pemerintah Kota Depok bersama aparat terkait kembali melakukan razia protokol kesehatan untuk menekan penyebaran COVID-19 di Kota Depok. (Depoktoday.hops.id)

Juru Bicara GTPPC Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, sebagai upaya menekan angka penyebaran COVID-19, Wali Kota Depok Mohammad Idris telah mengeluarkan aturan terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)

“Sesuai dengan arahan Inmendagri, kami ada pengetatan saat ini dengan peningkatan kasus, tentunya dengan kebijakan akan berubah sesuai dengan kondisi dinamis,” kata Dadang kepada wartawan, Jumat 18 Juni 2021.

Dadang mengatakan, dalam aturan itu disebutkan bahwa perkatoran harus melakukan kerja dari rumah (WFH) sebanyak 70 persen, sementara kerja di kantor hanya 30 persen.

Baca Juga : Keluarkan SE, Dinkes Depok Ingin Percepatan Vaksin

“Kemudian untuk resepsi pernikahan dan khitanan itu diperkenankan dengan kapasitas maksimal 20 persen dan untuk makanan tidak diperkenankan di tempat, (tapi) dibawa pulang, tidak boleh ada prasmanan,” kata Dadang.

“Demikian dengan pertemuan  itu dibatasi dengan kapasitas 20 persen di dalam itu hanya 30 orang dengan jarak 1,5 meter antar peserta.”

Selain aturan, Dadang mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan TNI Polri untuk melakukan tindakan-tindakan tegas, apabila terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Kami bersama TNI Polri juga melakukan langkah-langkah gakkum (penegakkan hukum) di wilayah Depok,” kata Dadang. (ade/*)