Jalan di GDC Ditutup 31 Agustus Hingga 24 Desember 2021, Ini Pengalihan Arusnya

Kondisi terkini jalan amblas Boulevard GDC, tidak terlihat adanya pengerjaan konstruksi, Rabu 23 Juni 2021. (DepokToday.com)
Kondisi terkini jalan amblas Boulevard GDC, tidak terlihat adanya pengerjaan konstruksi, Rabu 23 Juni 2021. (DepokToday.com)

DepokToday – Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok akan menutup sementara jalan boulevard Grand Depok City atau GDC tepatnya didepan kantor Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan hingga beberapa meter setelahnya.

Penutupan jalan itu bertujuan untuk melakukan proses perbaikan longsoran jalan GDC yang terjadi pada bulan April 2021 lalu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Andi Indra Waspada mengatakan, penutupan jalan itu akan dilakukan mulai tanggal 31 Agustus hingga 24 Desember 2021 atau selama kurang lebih 3 bulan.

Baca Juga: Jalan Amblas GDC, Kapan Diperbaiki? Sudah 2 Bulan Terbengkalai

“Akan dilakukan penutupan total dengan adanya pembangunan jembatan GDC yang longsor yang akan dimulai pada tanggal 31 Agustus s/d 24 Desember 2021,” kata Andi dalam keterangan resminya, Selasa 24 Agustus 2021.

Terpisah, Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polrestro Depok, Ajun Komisaris Polisi Elly Padiansari mengatakan, nantinya akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar penutupan jalan tersebut.

“Penutupan mulai dari puteran, sehingga ada pengalihan arus lalu lintas yang hendak menuju pasar pucung bisa melalui jalan Kalimulya,” kata Elly.

Baca Juga: Proyek Perbaikan Jalan Ambruk di GDC Telan Biaya Rp 7 Miliar  

Sebagai informasi, amblesnya jalan GDC terjadi pada jalur Margonda – Pasar Pucung, tepatnya didepan kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

Amblesnya jalan tersebut terjadi pada Senin 12 April 2021 malam. Penyebabnya diduga karena usia jembatan sudah tua, yang dibuat pada tahun 1980-an. Amblesnya jalan tersebut membuat lubang berdiameter kurang lebih 10 meter dengan kedalaman 3 meter.

Perbaikan jalan tersebut sempat molor dari target karena seharusnya dikerjakan bulan Juli 2021. Sempat terjadi tender ulang dari proyek bernilai Rp 7 miliar tersebut. (ade/*)