Jaksa Ungkap Status Kepala Damkar Soal Dugaan Korupsi di Depok

Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara Budiana penuhi panggilan penyidik jaksa soal dugaan korupsi Damkar Depok. (Depoktoday.hops.id)
Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara Budiana penuhi panggilan penyidik jaksa soal dugaan korupsi Damkar Depok. (Depoktoday.hops.id)

DEPOK- Proses penyelidikan yang dilakukan tim jaksa untuk mengungkap kasus dugaan korupsi Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar, di Kota Depok masih berlanjut. Tercatat, sudah sekira 50 orang yang dimintai keterangan terkait hal itu.

Salah satunya yang belum lama ini turut diperiksa adalah Kepala Dinas Damkar Kota Depok, Gandara Budiana.

Pria berkaca mata itu sempat berada di ruang Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok selama lebih dari tujuh jam pada Selasa, 15 Juni 2021.

Usai menjalani pemeriksaan, Gandara memilih bungkam ketika dicecar sejumlah pertanyaan awak media.

Baca Juga: Heboh Suara Gemuruh Terdengar Lama di Langit Depok, Ini Penjelasanya

Status Gandara Soal Dugaan Korupsi Damkar Depok

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengaku, dirinya tidak bisa membeberkan materi penyelidikan yang dilakukan Tipidsus.

“Yang jelas, materi yang ditanyakan adalah materi yang dilaporkan oleh masyarakat, seperti itu. Untuk mengenai kasus yang mana itu masih kewenangan jaksa penyelidik Tipidsus.”

Herlangga menegaskan, status Gandara sampai saat ini belum sebagai saksi, tapi baru sebatas terperiksa.

“Sekali lagi, ini masih dalam tahap penyelidikan, jadi status orang yang datang untuk memberikan keterangan, belum saksi, masih terperiksa,” katanya dikutip pada Rabu 16 Juni 2021.

Untuk diketahui, kasus itu kali pertama mencuat karena aksi protes Sandi Butar Butar, pegawai honorer di dinas tersebut. Sandi menyebut ada dugaan korupsi pada Dinas Damkar dan memohon agar Presiden Joko Widodo untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Adapun hal yang jadi sorotan dalam kasus ini adalah soal pengadaan sepatu dinas atau PDL dan dugaan pemotongan dana insentif penanggulangan COVID-19.

Tak lama setelah unggahan tersebut viral, Sandi kemudian membuat laporan secara resmi. Belakangan, kasus itu juga jadi sorotan Polres Metro Depok. (rul/*)