Jaksa Tolak Pledoi Terdakwa Penyebar Berita Bohong Babi Ngepet

Sidang lanjutan kasus berita bohong Babi Ngepet yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Selasa 2 November 2021. (Istimewa)
Sidang lanjutan kasus berita bohong Babi Ngepet yang digelar di Pengadilan Negeri Depok, Selasa 2 November 2021. (Istimewa)

DepokToday – Jaksa Penuntut Umum menolak seluruh dalil nota pembelaan alias pledoi yang disampaikan kuasa hukum terdakwa penyebar berita bohong atau hoaks babi ngepet, Adam Ibrahim dalam agenda sidang pembacaan replik di Pengadilan Negeri Depok, Selasa 23 November 2021.

“Kami Jaksa Penuntut Umum tidak sependapat terhadap pledoi yang diajukan oleh penasehat hukum terdakwa dan kami sampaikan secara tegas bahwa jaksa tetap pada surat tuntutan kami,” kata JPU Alfa Dera dalam persidangan.

JPU menuntut Adam Ibrahim dengan dengan pidana penjara selama 3 tahun penjara telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 14 ayat (1) Undang –undang RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Kami JPU, meminta supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menolak nota pembelaan terdakwa, serta menerima dan mengabulkan tuntutan JPU,” kata Alfa.

Sebelumnya, Kuasa Hukum terdakwa penyebar hoax babi ngepet Adam Ibrahim, Onrasi Hia menyangkal kliennya telah membuat keonaran ditengah masyarakat. Menurut Onrasi, dari fakta-fakta persidangan yang telah diungkap, tidak ada unsur keonaran seperti dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus babi ngepet.

“Berdasarkan keterangan ahli Prof. Dr. Andhika Dutcha Buchari SPd.,M.Hum., secara literal, keonaran bermakna kekacauan atau ketidakteraturan atau keributan yang muncul di dalam kehidupan masyarakat atau rakyat,” kata Onrasi saat membacakan nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Depok, Selasa 16 November 2021. (ade/*)