Jaksa Mendadak Pindahkan Mobil Sitaan First Travel, Ada Apa?

Barang bukti Kejari Depok (DepokToday, Rul)

DEPOK– Kejaksaan Negeri Depok memindahkan sejumlah barang bukti yang selama ini menumpuk di markas mereka pada Senin, 18 November 2019. Dari sekian banyak mobil (barang sitaan) itu, beberapa diantarannya adalah deretan mobil mewah aset pada perkara kasus penipuan umrah First Travel.

          Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Kosasih mengungkapkan, sejumlah barang bukti yang yang dipindahkan itu didak hanya aset First Travel tetapi ada barang bukti pada perkara lain, seperti kasus penipuan koperasi Pandawa.

Iya tak hanya aset First Travel, ada barang bukti dari kasus yang lain seperti pandawa dan lainnya,” kata Kosasih saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jalan Boulevard, Grand Depok City.

Sejumlah barang bukti itu, lanjut Kosasih dipindahkan ke kantor lama Kejaksaan Negeri Depok (eks gedung Kejaksaan Negeri Depok) di Jalan Siliwangi, Pancoran Mas, Depok. Ia menjelaskan, ada sejumlah alasan kenapa pihaknya memindahkan sejumlah barang bukti tersebut, salah satunya karena kondisi lahan parkir yang sudah tidak lagi memadai dan demi menjaga barang bukti tersebut.

“Kalau disini kan penuh sekali ya, sulit juga area parkir. Bahkan kita kalau mau apel sampai kesluitan. Disana itu kantor kami juga, jadi bukan sewa tempat.”

          Ketika disinggung lebih jauh ada berapa unit barang bukti yang dipindahkan, Kosasih mengaku belum bisa berkomentar banyak. Begitupun ketika  awak media mencoba menggali soal kasus First Travel.

          “Aduh  kalau soal itu (First Travel) nanti saja ya. Saya takut kesalahan, karena ini pimpinan juga sedang di Kejaksaan Agung,” katanya.

Sementara itu, dikutip dari Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, putusan.mahkamahagung.go.id, barang bukti yang disita dalam kasus First Travel mencapai ratusan barang yang akan dilelang. Diantaranya terdapat sejumlah mobil. Berikut ini mobil-mobil yang disita dari First Travel:

1 (satu) Mobil Daihatsu Type Sirion, atas nama pemilik Andika. Nomor Polisi B 288 UAN, Tahun 2014.

1 (satu) unit mobil Honda HRV atas nama ESTI AGUSTIN warna Putih Mutiara Nomor Polisi B 233 STY

1 (satu) unit Mobil merek Ford Nomor Polisi B 9002 EWM, Type Ranger Double Cab Base, Tahun Pembuatan 2007, warna hitam metalik,

1 (satu) Mobil merek Nissan dengan Nomor Polisi B 2264 RFP, X -Trail 25 sst, Tahun Pembuatan 2006, Warna Hitam.

1 (satu) Mobil merek Honda dengan Nomor Polisi B 19 EL, type City GD8 1.5 IDSI AT, Tahun Pembuatan 2003, warna Biru Muda Metalic.

1 (satu) unit Mobil Toyota Hiace Commuter, warna putih Nomor Polisi DK 9282 AH,

1 (satu) unit mobil Toyota Vellfire 26 2.4 AT tahun 2014 warna putih atas nama Anniesa Desvitasari Hasibuan.

1 (satu) unit mobil Mitsubishi Pajero Sport 2.5 tahun 2013 warna putih, nomor polisi F 797 FT.

1 (satu) unit mobil Volkswagen Caravelle 2.0 TDI tahun 2014 warna putih, nomor polisi F 1861 LP

1 (satu) unit mobil Toyota Fortuner 2.5 G AT tahun 2015 warna putih atas nama Kiki Hasibuan

1 (satu) unit mobil Hummer H2 62 SUV AT tahun 2009 warna putih, nomor polisi F 1051 (dwi/*)