Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Narkoba yang Jerat Mantan Kepala Rutan Depok

Razia Narkotika yang dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok. (DepokToday.com)
Razia Narkotika yang dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas I Depok. (DepokToday.com)

DepokToday- Kejaksaan Negeri Jakarta Barat mengembalikan berkas perkara atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat mantan Kepala Rutan Kelas I Depok, Anton, ke penyidik Polres Metro Jakarta Barat.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com. Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat, Edwin Beslar mengatakan, pihaknya meminta penyidik kepolisian melengkapi berkas perkara tersebut.

“Masih ada yang harus dilengkapi dalam berkas. Dalam waktu dekat akan dikembalikan ke penyidik,” katanya dikutip pada Jumat 30 Juli 2021.

Namun demikian, Edwin tidak memberi penjelasan soal berkas yang dinyatakan belum lengkap tersebut.

Sebelumnya, penyidik Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat melengkapi dan menyerahkan berkas kasus narkoba yang menyeret mantan Karutan Kelas I Depok, Anton ke Kejari Jakarta Barat.

“Proses berjalan, proses sedang berjalan sekarang sudah tahap 1, tetap berjalan,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo, pada Selasa 20 Juli 2021.

Sejauh ini, masih kata Ady, polisi sudah menetapkan dua tersangka.

“Saat ini baru dua orang kita tetapkan tersangka yaitu pegawai lapas A dan M. Sudah tahap satu, tinggal jaksa melihat berkas ini lengkap atau belum, kalau belum kita lengkapi,” jelasnya.

Hukuman untuk Mantan Kepala Rutan Depok

Harus ada sanksi tegas bagi Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Kelas I Depok, Jawa Barat, Anton yang ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh terkait penangkapan Anton oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat.

“Kami berharap agar apabila terbukti maka seyogyanya diberikan hukuman yang setimpal,” ujar Pangeran dilansir dari RMOL.

Baca Juga: PTUN Jakarta Tolak Gugatan Profesor Rosari Saleh Terkait Jabatan di UI

Sebab, kata legislator PAN ini, Karutan Depok yang seharusnya penjadi pengawas dan pembina narapidana, tidak sepatutnya justru melakukan pelanggaran hukum.

“Karena dilakukan oleh orang yang bertugas mengawasi peredaran narkoba dalam Rutan dan juga dilakukan pada saat negara gencar-gencarnya memerangi narkoba,” terangnya.

Dia juga berharap ada perhatian serius dari Kementerian Hukum dan HAM dengan melakukan pemeriksaan pada petugas rutan lainnya.

“Kami juga berharap agar pemeriksaan terhadap petugas petugas lainnya juga dilakukan.”

Kronologi

Seperti diketahui, mantan Kepala Rutan Kelas I Depok, Anton ditangkap polisi diduga terkait narkoba. Penangkapan terjadi pada akhir Juni 2021 oleh penyidik Polres Metro Jakarta Barat.

Barang bukti yang diamankan dari tersangka A berupa 1 paket narkotika jenis sabu dengan berat brutto 0,52 gram, 1 buah alat hisap berupa cangklong dan bong bekas sisa pakai, 4 butir obat aprazolam dan 1 unit handphone

Anton dan M dijerat Pasal 112 ayat (1) sub Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU 35/2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 UU 5/1997 tentang Psikotropika dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. (rul/*)