Jaga Ibu Kota, 800 Pasukan Elit Polri Bergerak ke Jakarta

Apel gelar pasukan di Markas Brimob, Kelapa Dua, Depok (Istimewa)

DEPOK- Korps Brigade Mobile (Brimob) mengerahkan sebanyak delapan Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sekira 800 personil untuk mengantisipasi gangguan keamanan aksi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat 18 Desember 2020.

Sebelum bergerak menuju Ibu Kota, kesiapsiagaan di awali dengan apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Komandan Pasukan (Danpas) Pelopor Korps Brimob, Brigjen Polisi Imam Widodo, di lapangan utama Markas Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok.

Komandan Korps Brimob, Irjen Anang Revandoko, dalam arahannya mengungkapkan, pengerahan pasukan elit Polri ini ditujukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ini Pesan Menyentuh Presiden dan Kapolri untuk Brimob

Hal itu juga sesuai dengan arahan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen, Gatot Eddy Pramono, dalam siaran virtual pada Kamis 17 Desember 2020. Menurut pihaknya ini (pengerahan pasukan) penting dilakukan karena situasi yang berkembang saat ini.

“Dimana adanya beberapa kelompok organisasi di masyarakat yang semakin gencar menghimpun people power untuk melakukan aksi-aksi yang dapat mengganggu jalannya Kamtibmas Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Gatot

Kebijakan ini sesuai atensi dari Kapolri, Jenderal Idham Azis. Adapun delapan SSK pasukan beserta perlengkapan dan kendaraan pendukung yang disiapkan terdiri dari Pasukan Pelopor, Pasukan Gegana dan Staf pendukung jajaran Korps Brimob Polri.

Danpas Pelopor selaku pimpinan apel beserta pejabat utama Korps  Brimob bahkan sempat mengecek langsung kesiapan pasukan apel berikut perlengkapannya.

Dalam arahannya, Danpas Pelopor Korps Brimob, Brigjen Polisi Imam Widodo, mengatensi langsung setiap komandan pasukan agar melaksanakan penegakan hukum secara tegas, humanis dan profesional serta melaksanakan tugas dengan berpedoman pada Perkap 01 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan Polri.

Imam juga menekankan agar masing-masing personel selalu menyiapkan kelengkapannya sesuai dengan Standard Operasional Prosedur (SOP), serta melaksanakan setiap tugas di lapangan sesuai dengan teknis yang sudah menjadi ketetapan Kepolisian Republik Indonesia.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara hukum. Siapapun yang melanggar dan tidak sepaham dengan hukum yang sudah ditetapkan, wajib negara untuk hadir dalam melaksanakan penegakkan hukum,” tegasnya

Imam juga menginstruksikan kepada semua personel yang bertugas untuk selalu menjaga kekompakan dan kerjasama yang baik antar personel agar terjalin komunikasi yang baik dalam setiap melaksanakan tugas di lapangan.

“Dan diharapkan dengan kesiapan Kepolisian Republik Indonesia terkhusus Korps Brimob Polri, dapat mengimplementasikan hadirnya negara di tengah masyarakat sehingga terciptanya kamtibmas yang kondusif,” katanya. (rul/*)