Jadi Ancaman Baru Dunia, Kenali Gejala Virus Marburg dan Cara Penularan

Ilustrasi hejala Covid hilangnya penciuman. (Istimewa)
Ilustrasi hejala Covid hilangnya penciuman. (Istimewa)

DepokToday – Virus Marburg menjadi ancaman baru di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai. Virus ini diketahui setelah muncul di kawasan Afrika Selatan. Ketika seseorang terpapar virus ini, mereka akan mengalami sejumlah gejala yang sulit dibedakan dengan gejala pada penyakit lainnya.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Marburg mirip dengan ebola, salah satu virus yang cukup mematikan dan telah menelan banyak korban.

Berbeda dengan COVID-19, virus ini menular dari cairan tubuh manusia atau darah.

Dilansir dari CNN Indonesia, penularan juga bisa terjadi melalui benda-benda yang telah terkontaminasi cairan tubuh si penderita. Misalnya, tempat tidur, pakaian, dan benda lain yang sudah terpapar.

Butuh dua hingga 21 hari bagi virus ini untuk mulai menunjukkan gejala paparannya di tubuh manusia.

Menurut WHO, seseorang yang terpapar akan mengalami gejala virus Marburg sebagai berikut:
– demam tinggi yang tiba-tiba
– sakit kepala parah
– nyeri otot
– muntah
– hingga diare.

Baca Juga: Waspada Teror Pelemparan Batu di Margonda Depok, Tiga Mobil Rusak

Gejala ini sulit dibedakan antara virus Marburg dengan penyakit lainnya seperti tipus atau malaria.

Hingga gejala selanjutnya, seseorang yang terkena Marburg di hari kelima atau ketujuh akan mengalami pendarahan berat seperti muntah darah, feses berdarah, serta perdarahan pada hidung, gusi, bahkan vagina.

Selama fase penyakit yang parah, pasien juga dapa mengalami gejala virus Marburg seperti:

– demam tinggi
– kebingungan
– cepat marah
– serta orchitis (radang testis) telah dilaporkan pada fase akhir (15 hari).

Dalam kasus yang fatal, kematian paling sering terjadi antara delapan dan sembilan hari setelah gejala awal muncul.

Meski sangat berbahaya, hingga saat ini belum ada vaksin atau perawatan antivirus untuk penyakit ini. (lala/*)