Istilah “BO” Kode PSK di Apartemen Depok

Suasana razia pasangan pria dan wanita tanpa nikah di apartemen kawasan Jalan Margonda, Kota Depok.(DepokToday/Rul)

MARGONDA-Puluhan pasangan pria dan wanita tanpa status nikah diamankan petugas lantaran diduga sedang berbuat mesum di dalam sejumlah kamar apartemen di kawasan Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat. Usut punya usut, rata-rata mereka adalah pekerja seks komersil alias PSK.

“Iya kebanyakan ya begitu, ada istilah BO (booking order) gitu ya, terkait tarifnya macam-macam, kalau kita lihat di aplikasinya tidak bisa disebutkan ada yang perjam ada yang perhari,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny, Selasa (21/1/2020).

Selain menjaring sejumlah pasangan mesum tersebut, petugas juga mengamankan lima wanita yang dicurigai sebagai PSK serta dua pria yang berperan sebagai penyedia kamar berikut alat kontrasepsi.

Lienda menegaskan, operasi ini merupakan kegiatan penertiban yang dilakukan secara rutin guna menindaklanjuti aduan masyarakat.

“Ini kegiatan terpadu antara SatpolPP beserta Disdukcapil, Dinsos, Imigrasi terkait pengawasan orang asing BNN, TNI serta Polri juga,” tuturnya.

Ketika disinggung apakah razia ini ada kaitannya dengan instruksi wali kota terkait penindakan terhadap prilaku lesbi, gay, biseksual, transgender atau LGBT? Lienda tak menampiknya.

“Intinya yang dilakukan oleh LGBT atau pasangan yang mengganggu ketentraman dan ketertiban umum kita lakukan pencegahan agar tidak membuat masyarakat resah,” tegasnya.

Namun demikian, Lienda mengaku, dalam operasi tersebut pihaknya tidak menemukan adanya indikasi prilaku LGBT. Seluruh pelaku yang tertangkap ditemukan sekamar dengan lawan jenis.

“Jadi saya tegaskan, tindakan asusila yang dilakukan di depan umum akan ditertibkan, apapun itu. Apakah itu LGBT atau bukan, maka akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Pihaknya senantiasa mengupayakan agar Depok terasa nyaman dan tertib serta menghindari perbuatan asusila.

“Ini selaras jika dikaitkan dengan visi Kota Depok yang nyaman, unggul dan religius. Itu tentunya harus diupayakan untuk pencegahan,” ujarnya.(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here