Ironi Kesehatan Warga Depok, Hanya Punya Satu RSUD

RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19 Depok. (Depoktoday)
RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19 Depok. (Depoktoday)

SAWANGAN– Selain isu perkotaan dan pendidikan, hal terpenting lainnya yang juga jadi sorotan banyak pihak di Kota Depok adalah masalah kesehatan. Sampai dengan saat ini, kota penyanggah Jakarta itu hanya memiliki satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok, Babai Suhaimi menilai, hal itu tidak terlepas dari tanggungjawab Mohammad Idris, sebagai wali kota. Ia menyayangkan, sejak dipimpin jagoan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, belum ada lagi pembangunan RSUD di Kota Depok.

“Padahal rumah sakit sangat dibutuhkan sekali. Bayangkan, 2 juta lebih penduduk Kota Depok tapi hanya punya satu RSUD, yakni di Sawangan,” katanya dikutip pada Selasa 3 November 2020

Hanya jelang masa akhir jabatan, kata Babai, Idris baru terpikirkan untuk membangun rumah sakit di wilayah timur. “Kenapa tidak dari awal.”

Kemudian, politisi senior dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyinggung minimnya keberadaan puskesmas yang membuka layanan 24 jam.

“Itu saja tidak mampu dibangun oleh Pak Idris selama beliau jadi wali kota,” ujarnya

Hal itu, kata Babai, dapat dibuktikan secara fakta dan data.

“Puskesmas yang ada 24 jam sekarang adalah peninggalan jaman Pak Nur Mahmudi. Tidak ada pengembangan baru. Kalau tidak salah hanya 14 puskesmas yang punya layanan 24 jam, ini harusnya dikembangkan,” keluhnya

Menarik Lainnya: Begini Jawaban Menohok Dokter Farabi Soal Berobat Pakai KTP

Dengan fakta tersebut, Babai pun berharap ada perubahan untuk Kota Depok. Menurutnya, itu bisa dilakukan oleh pasangan calon Wali-Wakil Wali Kota Pradi Supriatna-Afifah Alia.

“Haruskah pemerintahan yang gagal diberi kepercayaan kembali sebagai wali kota ke depan.”

Sebelumnya, Mohammad Idris mengakui, indeks harapan atau kepuasan warga Depok terkait layanan masih cukup rendah. Penyebabnya ada banyak faktor, di antaranya adalah banyak pejabat tinggal di Kota Depok.

“Depok ini banyak juga pejabat-pejabat kementerian, banyak mantan-mantan kepala daerah ada di Depok, bahkan kominsioner anggota KPK juga ada di Depok, orang-orang BIN juga banyak di Depok,” katanya belum lama ini

Menurut dia, itu berpengaruh besar pada tingkat harapan warga Depok terhadap kinerja pemerintah. “Kalau Sukabumi misalnya, Lamongan barangkali biasa-biasa aja,” ujarnya

Kondisi ini semakin lengkap lantaran Depok yang dekat dengan Ibu Kota, dan dikenal sebagai etalase kota terdepan Jawa Barat.

“Makanya harapannya besar. Ukuran harapan 94 persen diatas 90 persen. Sementara pemerintah baru bisa memberikan pelayanan dengan indek kepuasan masyarakat, survey-nya baru 82,5 persen,” katanya. Jadi antara harapan dan kepuasan masih perlu ditingkatkan. (rul/*)