Inter Milan Raup Poin Penuh di Laga Pembuka Serie A

Pemain Inter Milan merayakan kemenangan atas Genoa di laga pembuka Serie A 2021-2022.(Foto: Twitter/Inter)
Pemain Inter Milan merayakan kemenangan atas Genoa di laga pembuka Serie A 2021-2022.(Foto: Twitter/Inter)

DepokToday—Inter Milan meraup poin penuh pada laga pembuka Serie A Italia 2021-2022 melawan Genoa di Giuseppe Meazza, Sabtu 21 Agustus 2021.

Inter, juara bertahan kompetisi, menaklukkan Genoa dengan skor 4-0 berkat gol yang dicatatkan oleh Milan Skriniar menit ke 6, Hakan Calhanoglu menit 14, Arturo Vidal menit 74, dan Edin Dzeko menit 84.

Hasil ini mengantarkan Inter untuk beberapa jam ke depan berada di puncak klasemen sementara Serie A dengan torehan tiga poin.

Arturo Vidal melepaskan tembakan yang menghasilkan gol di gawang Genoa.(Foto: Twitter/Inter)
Arturo Vidal melepaskan tembakan yang menghasilkan gol di gawang Genoa.(Foto: Twitter/Inter)

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, memuji kinerja timnya dalam kemenangan 4-0. Inzaghi menggantikan Antonio Conte sebagai pelatih Inter setelah lima tahun memimpin Lazio, di mana ia memenangkan Coppa Italia dan dua Piala Super Italia.

“Menyenangkan menyaksikan tim ini bermain, kami harus melanjutkan sikap ini,” kata Inzaghi kepada DAZN.

BACA JUGA: Atalanta Bermain Imbang, Inter Milan Raih Gelar Scudetto ke-19

“Saya cukup yakin tim akan melakukannya dengan baik, karena saya telah melihat mereka bekerja dengan antusias sejak Juli, bersemangat untuk mempelajari hal-hal baru. Kami tidak bisa meminta awal yang lebih baik, terutama di depan para penggemar kami di stadion,” katanya lagi.

Hakan Calhanoglu (kanan).(Foto: Twitter/Inter)
Hakan Calhanoglu (kanan).(Foto: Twitter/Inter)

Debutan Hakan Calhanoglu adalah bintang pertunjukan untuk Inter. Dia mencatatkan satu assist dan satu gol setelah didatangkan dari rival sekota AC Milan di musim panas.

Inzaghi pun merasa senang telah mendapat pelayanan mengesankan dari pemain yang berposisi sebagai gelandang di pertandingan ini.

“Calhanoglu adalah pemain hebat, mampu menyatukan kualitas dan kuantitas, sambil berlari sangat keras untuk tim juga,” tambah Inzaghi.

“Setiap kali saya bermain melawannya, dia membuat saya bermasalah. Kami cukup beruntung untuk menjemputnya dan saya pikir dia bisa menjadi lebih kuat, karena dia tidak menyadari betapa bagusnya dia,” sambungnya.

(tdr/*)