Intel Jepang Sebut Bakal Ada Teror Lanjutan di Indonesia

Bendera Jepang (Foto: Istimewa)
Bendera Jepang (Foto: Istimewa)

DepokToday- Baru-baru ini Kementerian Luar Negeri Jepang menyampaikan pernyataan resmi soal ancaman teror di sejumlah negara, salah satunya adalah Indonesia.

Dilansir dari Hops.id, jaringan DepokToday.com, bahkan perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga meminta kepada warganya yang tinggal di beberapa negara untuk menjauh dari fasilitas keagamaan yang dinilai berisiko terhadap serangan.

Adapun sejumlah negara yang menjadi atensi Pemerintah Jepang yakni, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar serta Indonesia. Atas informasi ini, Pemerintah Jepang pun mengimbau warganya yang tinggal di beberapa negara tersebut untuk lebih berhati-hati.

Namun sayangnya Jepang enggan membuka informasi terkait aksi teror yang akan terjadi.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah membantah bahwa warga Jepang di Indonesia mendapat peringatan tersebut.

Meski demikian, Indonesia melalui Densus 88 akan tetap siaga dan terus menelusuri adanya informasi tersebut yang dikeluarkan kementerian luar negeri Jepang.

Baca Juga: Denjaka, Hantu Laut TNI Penyelamat Rombongan Mantan Presiden Portugal

Kabagbanops Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan, saat ini pihaknya melakukan penelusuran terkait konteks utuh dari peringatan yang disampaikan Pemerintah Jepang.

“Akan kami dalami maksud pernyataannya dan sumber informasinya. Densus selalu dalam kondisi siaga untuk memonitor gerakan-gerakan jaringan teroris di wilayah kita, termasuk regional dan internasional. Akan ada tindak lanjut terhadap informasi-informasi seperti ini,” kata Aswin dikutip dari CNN pada Rabu 15 September 2021.

Peringatan Jepang dan Teror di Indonesia

Ia menjelaskan, bahwa selama ini pihaknya melakukan upaya-upaya preemptive strike (pencegahan) terhadap aksi teroris di Indonesia secara maksimal.

Menurutnya, upaya-upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi gerakan suatu jaringan menjadi aksi teror.

Ilustrasi teroris (Foto Istimewa)
Ilustrasi teroris (Foto Istimewa)

Aswin menilai, Densus juga memiliki kemampuan untuk mengantisipasi perubahan eskalasi ancaman dari suatu kelompok teroris.

“Semua tindakan Densus 88 selalu menempatkan keamanan publik sebagai prioritas utama. Ketika ada perubahan eskalasi ancaman, tentu kami akan berbuah bahkan siaga untuk melakukan preemptive strike,” kata Aswin.

Baca Juga: Tragedi Bom Beji Depok, Aksi Teror Gagal Kelompok Radikal

Di Indonesia, Densus telah melakukan upaya penindakan teroris secara gencar sepanjang 2021 ini. Tercatat ada 12 orang tersangka teroris yang ditangkap hingga Agustus lalu.

Terakhir, Densus juga menangkap sejumlah petinggi di jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pada awal September 2021. Salah satunya ialah mantan narapidana teroris bernama Abu Rusdyan. (rul/*)