Inspektorat Usut 26 Kasus Pungli di Depok

Kepala Inspektorat Kota Depok, Firmanuddin (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Kepala Inspektorat Kota Depok, Firmanuddin mengatakan, pihaknya telah menerima sebanyak 26 laporan pungutan liar atau Pungli di sepanjang 2019. Rata-rata, kasus yang diadukan terjadi di bagian pelayanan dan lingkungan sekolah.

“Yang sudah jelas itu kasus pak lurah, kemudian ada juga aduan di pelayanan publik terus di sekolahan yang katanya wali murid merasa terbebani,” katanya pada wartawan saat ditemui di lingkungan Balaikota Depok pada Senin 23 Desember 2019.

Namun demikian, Firmanuddin mengaku dari 26 laporan pungli tersebut tidak semuanya terbukti. Ketika disinggung ada berapa kasus yang ditindaklanjuti, sayangnya ia mengaku tidak ingat secara detail.

“Saya nanti lihat data, jadi awal kami melakukan penelaahan,” katanya

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, terkait hal itu ada tim yang menangani yaitu tim Sapu Bersih atau Saber Pungli yang terdiri dari Polri, Kejaksaan, Denpom, Akademisi, Inspektorat dan Pemerintah Daerah (Pemda)

“Perlu ditegaskan ya, Saber dan Tipikor itu berbeda. Kalau Tipikor misalnya KPK jika Rp 1 M keatas dia masuk, tapi kalau pungli itu yg mengganggu pelayanan publik, enggak mau tahu Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu, tapi ketika masyarakat terganggu itu jadi wilayah kita.”

Adapun Ketua Saber Pungli dipegang oleh Wakapolres. “Jadi Saber Pungli itu ada kelompok kerja (Pokja). Kalau pokja bilang ini kuat aspek dan unsurnya terpenuhi, maka naik ke penyelidikan,” ujarnya. (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here