Ini Strategi Dua Perwira Tinggi Redam COVID, Agustus Selesai

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021. (DepokToday.com)
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021. (DepokToday.com)

JAKARTA- Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021.

Kedatangan dua perwira tinggi beserta rombongannya itu untuk memastikan program percepatan vaksinasi yang digagas pemerintah agar berjalan maksimal. Hal ini untuk menekan laju penyebaran COVID-19.

Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Massal di UP Jakarta, Ini Pesan Panglima TNI

Dalam kesempatan itu, Marsekal Hadi menyampaikan apresiasi dan dukungan moril, serta ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja siang malam, tanpa mengenal hari libur.

“Saya dan Kapolri memberikan apresiasi atas dedikasinya yang luar biasa untuk mengendalikan COVID-19 dengan melaksanakan percepatan vaksinasi ini,” katanya.

Marsekal Hadi menyebut, bahwa kasus aktif COVID-19 di DKI Jakarta ini terbanyak dibanding dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Namun, untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri sudah hampir 50 persen, dengan rincian sudah terlaksana sekira 4.700.000 orang atau kurang dari 4,3 juta jiwa.

“Apabila kita bagi 30 hari dengan asumsi bulan Agustus sudah mendapatkan herd immunity, sudah tervaksin semua. Maka satu hari target kita harus tercapai 165.000 jiwa, dan Agustus sudah selesai,” ujarnya.

Panglima Gempur Habis Vaksinasi

Atas dasar itulah, lanjut Marsekal Hadi, pihaknya bersama Polri akan turut membantu mengerahkan tenaga kesehatan, termasuk juga dari Dinas Kesehatan, BKKBN, hingga mahasiswa yang sedang praktek.

“Semua kita kerahkan. Karena kalau jika kalkulasi setiap 50 tenaga kesehatan mulai dari proses administrasi skrining sampai vaksinasi itu bisa memvaksinasi sebanyak 2.000 perhari,” katanya

“Sehingga apabila target kita 165.000 jiwa per hari dibagi 2.000, kali 50, maka kebutuhan vaksinator kurang lebih 3.800 orang,” timpalnya lagi.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021. (DepokToday.com)
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo kembali meninjau lokasi sentra pelayanan vaksinasi di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan pada Senin, 5 Juli 2021. (DepokToday.com)

Ia menambahkan, TNI Polri sudah melakukan penguatan nakes kurang lebih 1.355 orang, sehingga perlu 2.500 orang lagi yang diisi oleh Dinas Kesehatan, BKKBN dan relawan mahasiswa.

“Apabila terpenuhi 3.800 nakes maka bulan Agustus sudah selesai Jakarta sudah tercapai herd immunity, dengan target setiap hari 165.000 jiwa yang kita vaksin,” jelasnya.

“Mudah-mudahan ini bisa tercapai sehingga bulan Agustus Jakarta sudah tercapai herd immunity yang kita inginkan bersama,” katanya. (rul/*)