Ini Solusi Pradi-Afifah Terkait Layanan Kesehatan

Pradi-Afifah mendapat nomor urut satu di Pilkada Depok (Istimewa)

JAKARTA- Persoalan layanan kesehatan di Kota Depok kembali menjadi topik yang cukup seru dalam sesi debat putaran kedua pada Senin malam, 30 November 2020.

“Fakta sesungguhnya yang terjadi di Kota Depok di mana fasilitas kesehatan masih perlu disesuaikan dan mahal,” kata calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna dikutip pada Selasa 1 Desember 2020

Jika ia terpilih bersama Afifah Alia, menjadi wali kota dan wakil wali kota, maka Pradi berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelesaikan persoalan kesehatan selama lebih kurang 15 tahun terakhir di Kota Depok.

Baca Juga: Berpihak ke Pedagang Kecil, Afifah Batasi Izin Pasar Modern

Ketika disinggung soal penanganan COVID-19, Pradi memberikan solusi  yang pertama adalah sosialisasi protokol kesehatan melalui RT/RW dengan jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Kemudian membagikan 3 juta masker.

“Kami akan menyiapkan rapid test gratis di RSUD dan seluruh puskesmas hanya dengan menunjukkan KTP Depok dan dilanjutkan dengan swab test gratis jika terindikasi hasil rapid test reaktif, serta membuat posko rapid test,” ujarnya

Berikutnya, politikus Gerindra itu bakal menyediakan fasilitas perawatan isolasi bagi warga terinfeksi COVID-19 di RSUD dan menyediakan tempat lainnya jika sudah sudah penuh.

“Kami juga akan membangun satu puskesmas di setiap kelurahan dan menambah tenaga medis, sehingga Depok memiliki minimal 63 puskesmas dan harus ada satu puskesmas setiap kecamatan yang memiliki fasilitas rawat inap,” katanya

Pradi juga menjanjikan berobat gratis di puskesmas atau RSUD hanya dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Depok.

“Kami juga akan menyediakan rumah sakit keliling berupa 3 unit ambulans dilengkapi dengan tenaga medis di setiap kelurahan sehingga pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat.”

Tak hanya itu saja, Pradi dan Afifah juga berjanji akan membangun sarana dan prasarana posyandu dan posbindu untuk lansia dan harus didukung visit dokter minimal sekali dalam seminggu. “Insya Allah akan kami wujudkan di periode kami.” (rul/*)