Ini Sikap MUI Soal Anggotanya yang Diciduk Densus

Gedung MUI (Foto: Istimewa)
Gedung MUI (Foto: Istimewa)

DepokToday- Pihak Majelis Ulama Indonesia atau MUI akhirnya angkat bicara terkait isu berkembangnya paham terorisme dikubu mereka. Tudingan tersebut mencuat usai ditangkapnya salah satu anggota komisi Fatwa MUI, Ahmad Zain An-Najah.

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, Wakil Sekjen (Wasekjen) MUI Ikhsan Abdullah mengaku terkejut sekaligus prihatin atas penangkapan terhadap seorang anggotanya, Ahmad Zain An-Najah, oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

Baca Juga: Mabes Polri Beberkan Peran Tiga Pria yang Ditangkap Densus

Namun, Ikhsan Abdullah memastikan, dugaan keterlibatan Ahmad Zain dalam tindak pidana terorisme merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan kegiatan MUI.

“Kami sangat terkejut sekaligus prihatin dan sedih atas peristiwa ini. Yang bersangkutan adalah anggota komisi fatwa, bukan pengurus,” katanya mengutip Kompas pada Rabu, 17 November 2021.

Baca Juga: Sejumlah Pedagang Depok Kena Tipu Modus Jual Minyak Murah

“Dan dugaan keterlibatan yang bersangkutan dalam jaringan terorisme kami pastikan sebagai tindakan pribadi dan tanggung jawab pribadi,” sambungnya.

Lebih lanjut Ikhsan mengklaim, bahwa Majelis Ulama Indonesia adalah organisasi para ulama yang merupakan representasi dari semua organisasi masyarakat Islam, seperti NU dan Muhammadiyah.

MUI Pastikan Tak Terlibat Jaringan Teroris

Terkait hal itu, ia pun memastikan kalau Majelis Ulama Indonesia sangat menentang dan tidak menoleransi adanya paham apalagi tindakan terorisme.

“Kami memastikan di MUI tidak akan toleransi terorisme. Bahkan benih-benih pemikiran yang radikal pun tidak akan dibiarkan bersemai,” katanya.

Baca Juga: Warga Depok! Ini Sebab Ular Masuk Rumah dan Cara Mengatasinya

Ikhsan menambahkan, pihaknya juga berperan dalam dukungan dan upaya pemerintah untuk memberantas terorisme demi menjaga keutuhan negara.

Di lain sisi, MUI tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan penegakan hukum yang adil dan berkepastian hukum. (rul/*)