Ini Sederet Kelakuan Anak Buah yang Bikin Menteri Risma Sewot

Menteri Risma (Istimewa)
Menteri Risma (Istimewa)

JAKARTA- Menteri Sosial Tri Rismaharini sempat mengamuk dan mengancam pegawainya yang malas-malasan dimutasi ke Papua. Peristiwa itu terjadi ketika Risma berkunjun ke Balai Wyata, beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, belakangan diketahui, emosi Menteri Risma bermula ketika saat datang ke tempat itu dirinya disambut disambut organ tunggal.

Saat itu Risma yang tengah meninjau fasilitas dapur umum milik Kementerian Sosial itu marah besar.

Di depan para pegawainya, Risma menegur Kepala Balai Disabilitas Wyata Guna Bandung, Sudarsono dan meminta agar organ tunggal tersebut dibereskan.

“Ini lagi Bapak, ngapain aku disiapi musik segala, mau tak tendang apa? Emang aku kesenengan apa ke sini?” bentak Risma dikutip pada Kamis 15 Juli 2021.

Permasalah organ tunggal yang menjadi perhatian atas kemarahan Risma berbuntut pada permasalah lain yang terdapat di balai tersebut. Itu lantaran ia menilai cara kerja para pegawainya tidak sesuai dengan prosedur.

Selain itu, fasilitas memasak yang tidak sesuai menjadi pertanyaan mantan Wali Kota Surabaya terkait manajemen waktu fungsi dapur umum tersebut.

Melihat anak buahnya tidak maksimal bekerja, Risma pun mengancam akan melakukan sanksi mutasi ke Papua.

Pernyataan itulah yang membuat Risma terpleset dengan mengatakan kepada anak buahnya jika tidak maksimal bekerja, dirinya bisa membuat mereka (pegawai Kemensos) bisa dipindahkan ke Papua.

“Kalian ini pekerja Kementerian Sosial, harus maksimal memberikan pelayanan dalam kondisi seperti saat ini,” tutur Menteri Risma.

Buntut Omelan Menteri Risma

Risma juga mengingatkan para pegawai ASN yang tengah bertugas di dapur untuk bersyukur masih bekerja mendapatkan gaji, sedangkan diluar sana banyak orang susah yang harus di bantu.

“Saya tidak ingin lagi melihat kondisi seperti ini dan jangan di ulang. Saya memang tidak bisa memecat kalian tapi saya bisa pindahkan kalian ke Papua,” katanya.

Baca Juga: Banyak Meninggal Saat Isoman, Novarita: Apa Karena Varian Delta?

Kementerian Sosial mendirikan dapur umum untuk membantu para tenaga medis dan petugas pemakaman dalam menyiapkan makanan protein, dalam hal ini telur sebagai asupan protein para nakes dan pekerja pemakaman.

“Kita coba maksimalkan apa yang menjadi kebutuhan pangan kebutuhan petugas medis di rumah sakit seperti telur, petugas pemakaman juga kita berikan suplai makanan,” ungkap Risma.

Pernyataan Risma itu belakangan menuai kritik lantaran dianggap diskriminasi. Sejumlah tokoh asal Papua pun bersuara terkait hal tersebut. (rul/*)