Ini Peringatan Keras Polisi untuk Pelajar Pembuat Onar di Depok

Pelaku tawuran diringkus polisi (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Usaha keras kepolisian untuk mengusut tuntas para pelaku pengrusakan gedung SMK Izzata-Arjuna dan aksi tawuran yang menewaskan seorang pelajar di Depok, Jawa Barat, akhirnya membuahkan hasil. Para pelaku pada dua kasus itu pun kini telah diamankan.

Pantauan DepokToday melaporkan, ada puluhan pelajar yang telah diamankan dalam kasus tersebut. Selain mengamankan para terduga pelaku dari dua sekolah berbeda, polisi juga mendapati sejumlah barang bukti, diantaranya senjata tajam jenis celurit, batu, kayu, besi dan ban bekas.

Terkait hal itu, Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah pun memberikan peringatan keras untuk pelaku tawuran pelajar yang akhir-akhir ini semakin meresahkan masyarakat dan dunia pendidikan di kota tersebut. Untuk itu, Azis pun mengimbau masalah tawuran pelajar ini butuh kepedulian semua pihak.

“Hal paling mendasar untuk mengeliminir terjadinya tawuran pelajar adalah peran orang tua siswa itu sendiri, orang tua harus mau untuk terus menerus menasehati dan mengawasi putra-putri mereka untuk tidak melakukan hal-hal negatif,” katanya pada wartawan, Kamis 17 Oktober 2019

Sedangkan pihak sekolah, kata Azis, juga memiliki peran yang sangat penting, karena dilingkungan sekolah inilah mereka membawa konflik tawuran atas alasan membela kehormatan almamater atau setia kawan.

“Pendidikan etika dan moralitas harus terus ditanamkan kepada generasi muda yang sedang mencari jati dirinya. Dan tentu pendidikan keagamaan juga tidak boleh ditinggalkan agar para remaja ini menjadi anak-anak yang bertaqwa, berakhlak yang baik dan beradab,” ujarnya

Terkait hal itu, Azis mengaku pihaknya sudah melakukan langkah-langkah antisipasii mulai dari pre-emtif, preventif dan represif. Langkah pre-emtif dilakukan melalui program Police Goes To School, dimana para petugas polisi diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk menjadi inspektur upacara atau mengisi materi pelajaran sambil memberikan himbauan agar para siswa tidak melakukan hal-hal negatif dan fokus untuk belajar guna menggapai cita cita di masa depan.

Untuk langkah preventif, polresta Depok telah membentuk Satgas Khusus Anti Tawuran dimana tugas satuan tugas tersebut melakukan upaya-upaya untuk mencegah terjadinya aksi tawuran pelajar. Adapun salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melakukan Patroli di waktu waktu rawan terjadinya tawuran serta memberdayakan elemen lain untuk turut serta dalam melakukan pencegahan terjadinya tawuran pelajar ini.

Azis menegaskan, langkah represif sebenarnya dilakukan sebagai langkah terakhir untuk menanggulangi peristiwa tawuran ini, namun karena akhir-akhir ini peristiwa tawuran semakin sering terjadi bahkan beberapa kali menimbulkan korban, baik korban luka ringan, berat bahkan kehilangan nyawa.

“Maka Polresta Depok terpaksa mengambil langkah tegas yaitu memproses hukum seluruh pelaku tawuran,” katanya

Azis pun mengancam, langkah tegas ini juga diberlakukan kepada pihak sekolah jika tidak menunjukan upaya- signifikan dalam mencegah terjadinya tawuran yaitu dengan memberikan peringatan serta berkoordinasi dengan Disdik agar memberikan sanksi kepada pihak sekolah.

“Langkah tegas ini dilakukan oleh Polresta Depok karena menganggap bahwa kita semua harus menyelamatkan anak anak Indonesia dari kegiatan-kegiatan negatif. Mereka adalah generasi muda bangsa yang nantinya akan menjadi pewaris keberlangsungan pembangunan bangsa Indonesia yang beradab.”

Seperti diketahui, gedung SMK Izzata-Arjuna di Jalan Cipayung, Depok diserang sejumlah massa pada Rabu pagi, 16 Oktober 2019. Aksi penyerangan ini merupakan buntut dari aksi tawuran yang menewaskan seorang pelajar dari wilayah Beji pada Selasa 15 Oktober 2019. Kasusnya kini dalam penyelidikan lebih lanjut. (rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here