Ini Pengakuan EP, Ayah yang Tega Tinju Bayi Tujuh Bulan

EP, tersangka penganiayaan terhadap bayi di Depok (Istimewa)

DEPOK- EP, pria 27 tahun, yang tega menganiaya bayinya sendiri hingga babak belur akhirnya diringkus polisi pada Rabu 17 Maret 2021. Dengan nada melas, ia pun hanya bisa pasrah mengakui segala perbuatannya.

Baca Juga: Pria yang Tinju Bayi Kandungnya Diringkus Polisi

Peristiwa itu terjadi pada Jumat 12 Maret 2021. Kala itu, EP yang sehari-harinya kerja sebagai buruh cuci (laundry), pulang kerumah sekira pukul 14:00 WIB.

Kala itu ia dilanda rasa ngantuk yang cukup berat dan ingin tidur. Namun anak perempuannya rewel.

“Kan saya belum tidur sama sekali, kepala pusing pulang kerja itu yang bikin kesal,” tuturnya

Menurutnya, emosi tersebut wajar.

“Cuma saya pukul doang, dua kali. Di wajah. Karena saya belum tidur sama sekali, jadi pala pusing, capek, ngantuk itu gara-gara itu (saya pukul).”

Rupanya, EP juga pernah menganiaya sang istri. Alasannya, karena tak tahan kerap diatur. “Dia orangnya ngatur mulu,” katanya

Ia pun tak menampik, aksi penganiayaan itu terjadi untuk melampiaskan emosi pada sang istri. “Ya bisa jadi begitu, susah dibilangin dia bantah mulu.”

Sama seperti EP, istrinya pun bekerja sebagai buruh cuci. Kini, ia hanya bisa pasrah dan mengaku sangat menyesali segala perbuatannya.

“Saya nyesel banget. Saya enggak tahu, hilaf, tahu-tahu emosi gitu. Ini anak pertama saya,” tuturnya

Atas perbuatannya tersebut, EP terancam dijerat dengan Pasal 44 Ayat 2, Undang-undang RI Nomor 23 Tahun 2004, tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang ancamannya 10 tahun penjara.

Ia diringkus di tempat persembunyiannya di wilayah Citeureup, Kabupaten Bogor pada Rabu dini hari. Polisi memastikan, kondisi bayi perempuan itu berangsur membaik setelah sempat menjalani perawatan medis. (rul/*)