Ini Hasil Penelusuran Intel Kejari Terkait Transaksi Dinar dan Dirham di Pasar Muamalah

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Herlangga Wisnu Murdianto. (Foto: DepokToday)

BEJI—Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, membeberkan hasil penelusuran tim jajarannya di Pasar Muamalah, kawasan Tanah Baru, Kecamatan Beji, yang melakukan transaksi dengan Dinar dan Dirham.

Herlangga menyatakan, instansinya adalah pihak pertama yang melakukan pemantauan ke lokasi tersebut.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/geger-pedagang-pasar-depok-transaksi-pakai-dinar-dirham/

Ia menjelaskan, bidang intelijen kejaksaan setiap hari melakukan pemantauan terkait dengan informasi yang ada di masyarakat, berdasarkan pemantauan traffic pemberitaan yang naik signifikan atau menjadi pokok perhatian, seperti Pasar Muamalah.

“Tim Kejaksaan pada malam harinya telah turun ke lokasi untuk melihat kondisi lokasi yang disebut pasar beberapa jam setelah traffic video yang bernarasi kan pasar Muamalah di Depok naik,” tutur Herlangga kepada wartawan, Sabtu 30 Januari 2021.

Kemudian keesokan harinya dilanjutkan bersama Tim Kejaksaan Agung untuk melihat fakta-fakta di lapangan.

Herlangga menyebut, kegiatan yang dilakukan pihaknya bukan dalam rangka penyelidikan, tapi sebagai pelaksanaan tugas dan wewenang kejaksaan dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum.

Dijelaskan dia, kejaksaan turut melakukan pengawasan kegiatan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 30 Ayat 3 Huruf D Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan.

Herlangga mengatakan, ketika pihaknya mendatangi lokasi, pasar tidak beroperasi. Namun ada beberapa orang yang kerap berdagang di pasar tersebut. “Pedagang itu mengaku ikut sejak 2013 dan menurut dia tujuannya hanya untuk bersedekah,” ujarnya.

Menurut keterangan saksi, sistem yang diterapkan Pasar Muamalah berdasarkan syariat Islam.

“Tidak boleh sewa dan riba sesuai syariat, serta siapapun boleh berdagang disitu. Dan memang, sesuai dengan informasi yang beredar, dalam transaksinya tidak hanya menggunakan rupiah,” katanya.

Terkait hal tersebut, Herlangga mengaku akan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

(rul)