Ini Fakta Baru Pembunuhan Janda di Apartemen Margonda

Rekonstruksi pembunuhan di Apartemen Margonda Residence (Istimewa)

MARGONDA– Tim penyidik kepolisian menemukan sejumlah fakta terbaru terkait kasus pembunuhan yang dialami AO, seorang wanita di kamar Apartemen Margonda Residence 5, Depok, Jawa Barat.

Temuan itu didapat usai proses reka adegan (rekonstruksi) yang dilakukan oleh tersangka FM, di tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat, 7 Agustus 2020. Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Wadi Sabani menuturkan, ada beberapa faktor yang membuat pihaknya melakukan rekonstruksi atas kasus ini.

“Jadi terkait dengan rekonstruksi ini yang pertama adalah kita membuat lebih terang kembali kepada sesuatu terhadap adanya tindak pidana yang terjadi,” kata Wadi usai memimpin rekonstruksi tersebut

Kemudian, yang kedua reka ulang kasus pembunuhan dilakukan untuk mencocokan keterangan tersangka, dan para saksi.

“Karena pada kejadian sendiri minim saksi, maka kita sesuaikan hasil visum et repertum dari korban,” ujarnya

Dari 21 adegan yang diperagakan oleh tersangka FM, terdapat beberapa perbedaan dari keterangan sebelumnya.

“Setelah kita laksanakan rekonstruksi sebelum kejadian pembunuhan tersebut atau eksekusi, tersangka ternyata ada persetubuhan dulu. Ini sesuai dengan hasil visum ada sperma di korban.”

Fakta berikutnya adalah kekerasan yang dilakukan tersangka yang awalnya hanya mengaku memukul kepala korban tiga kali, nyatanya lebih dari itu.

“Dari rekonstruksi dan kita sesuaikan dengan hasil visum bahwa ternyata lebih dari tiga kali tersangka melakukan kekerasan. Artinya memukul bagian tubuh korban lebih dari tiga kali,” tutur Wadi

Petunjuk itu diperkuat dengan hasil hasil visum kepala korban yang mengalami luka parah. “Di kepala sangat banyak pendarahan, kemudian juga di sekujur tubuh. Bagian tangan, kaki, paha, bagian perut, bagian bawah juga ada bekas-bekas kekerasan yang diduga dilakukan pelaku menggunakan palu.”

Lebih lanjut Wadi mengungkapkan, rekonstruksi ini juga sebagai alat bukti untuk langkah selanjutnya di persidangan.

“Kegiatan rekonstruksi ini bisa dijadikan sebagai bukti petunjuk untuk meyakinkan hakim telah terjadi satu tindak pidana.”

Sementara itu, kuasa hukum FM, Tatang Supriyadi mengaku, rekonstruksi yang dilakoni kliennya telah sesuai dengan keterangan yang disampaikan ke penyidik.

“Proses kasus ini kita serahkan kepada penyidik dan kemudian kita akan memberikan pendampingan secara hukum terhadap yang bersangkutan,” ujarnya saat mendampingi tersangka dalam rekonstruksi di lokasi kejadian

Rekonstruksi pembunuhan (Istimewa)

Lebih lanjut Tatang mengaku, saat ini dirinya belum bisa berkomentar banyak karena proses sidang belum dimulai.

“Nanti bukti-bukti dari klien kami akan kita buktikan dalam persidangan,” katanya

Untuk diketahui, jasad AO (36 tahun) ditemukan tewas dengan kondisi mengenakan di kamar apartemen tersebut pada Selasa malam, 4 Agustus 2020. Dari hasil penyelidikan terungkap, pelaku tak lain adalah FM yang merupakan kekasih korban.

Tak hanya itu, pria berstatus duda ini juga sempat menjarah sejumlah barang berharga milik korban. Usai menghabisi nyawa janda anak dua tersebut, FM sempat berupaya melarikan diri.

Namun polisi akhirnya berhasil meringkusnya di kawasan Bekasi dalam waktu tak lebih dari 24 jam. Kasusnya ditangani Polres Metro Depok. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here