Ini Catatan Pusat Studi Pancasila Soal Tes Wawasan Kebangsaan KPK

Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila (PSP UP), Hendra Nurtjahjo (kiri) saat memberikan paparan tentang Pancasila. (Depoktoday.com)
Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila (PSP UP), Hendra Nurtjahjo (kiri) saat memberikan paparan tentang Pancasila. (Depoktoday.com)

JAKARTA- Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila (PSP UP), Hendra Nurtjahjo menilai, tes wawasan kebangsaan yang dilakukan pada sejumlah pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat perlu. Namun ada sejumlah catatan yang harus diperhatikan.

“Perlu tes wawasan kebangsaan, tapi instrumennya itu yang harus objektif jangan sampai jenis-jenis pertanyaan itu menyebabkan misleading atas hal-hal yang sifatnya tidak relevan,” katanya dikutip pada Selasa 1 Juni 2021.

Menurut dia, wawasan kebangsaan itu semestinya dikerjakan oleh tim psikologi yang bekerjasama secara independen dengan lembaga luar, bukan lembaga intelijen.

“Itu kan proses asesmen, ada tahapan dalam ilmu psikologi. Nah itu harus dilewati secara objektif, tidak semata-mata merupakan hasil kajian beberapa intelijen. Jadi harus objektif ilmiah dan dikomuniasikan dengan perrguruan tinggi.”

Baca Juga: Implementasi Pancasila Harus Sesuai Perkembangan Zaman

Hendra menilai, proses tersebut saat ini dilakukan oleh pihak yang kurang tepat.

“Saat ini instrumennya kurang tepat. Karena tadi, tidak melibatkan psikologi dan perguruan tinggi,” katanya.

Saran Pengamat Pusat Studi Pancasila

Kemudian, lanjut Hendra, sebaknya program tersebut juga dilakukan oleh sejumlah lembaga penyelenggara negara lainnya.

“Penyelenggara negara perlu penguatan pemahaman ideologi ini bisa dikoordinir oleh BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) dan pusat-pusat studi Pancasila di seluruh tanah air.”

Misalnya, kata Hendra, ia pernah ikut penataran dan jadi duta Pancasila.

“Nah itu duta Pancasilanya bisa dipanggil oleh kementerian tertentu, departemen tertentu untuk membuat semacam penguatan pemahaman ideologi, sehingga mereka bia aware terharap adanya hal-hal yang menyimpang dari ideologi,” ujarnya. (rul/*)