Ini Catatan Prie GS untuk PKS dan Kadernya

Prie GS dan PKS
Prie GS (kanan) ketika menghadiri acara Ngaji Budaya di DPP PKS. (Foto: Tangkapan Layar Instagram pk_sejahtera)

BEJI—Wafatnya budayawan Supriyanto Gendut Sudarsono atau populer dengan nama Prie GS, menjadi duka juga untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Itu dibuktikan PKS dengan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya budayawan asal Kendal, Jawa Tengah, tersebut.

“Segala yang bernyawa akan merasakan mati. Innalillahi wa innailaihi rajiun. Turut berduka cita atas wafatnya budayawan Prie GS. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu,” tulis PKS pada akun instagram @pk_sejahtera, Jumat 12 Februari 2021.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/prie-gs-wafat-wachid-solichin-kehilangan-inspirator-pemikiran/

PKS dengan Prie GS memang memiliki kedekatan. Prie GS bahkan sempat mengisi beberapa kegiatan PKS, salah satunya adalah Ngaji Budaya di DPP PKS beberapa waktu lalu.

Saking dekatnya hubungan Prie GS dengan PKS. Prie GS membuat catatan yang ditulis pada Sabtu, 6 Februari 2021. Catatan ini ditujukan untuk PKS dan kadernya dengan judul PKS dan Dahaga Moral Publik.

Catatan Prie GS ini juga sudah ditayangkan di blog.pks.id. Berikut ini catatannya:

Pada awalnya ini bukan pandangan politik melainkan sebuah human intetest saja: saya memiliki banyak teman dekat, teman-teman yang yang saya hormati, lalu lahirlah PKS, lalu teman-teman itu masuk ke dalamnya, lalu pandangan saya atas teman-teman itulah yang kemudian menjadi pandangan saya pada PKS.

Bisa jadi pandangan itu adalah harapan. Bisa pula ia kenyataan, atau setidaknya pernah menjadi kenyatan. Kata “pernah” ini sebenarnya tak ingin saya tuliskan karena seolah-olah PKS hanya pernah, tapi kini tidak lagi. Tidak.

Sebagai bagian dari publik, pandangan saya pada PKS belum berubah. Walau Partai ini terikat pada hukum pembagian waktu: past dan present, tapi pasti masih ada future. Di sanalah sebenarnya soal utamanya. Nilai akhir itu terletak tidak pada kemarin dan hari ini, tetapi di sana, pada akhirnya. Itulah kenapa ujian kelulusan jamak di sebut “ujian akhir’.

Lalu apa raport ujian akhir yang layak ditunggu dari PKS? Masih seperti sedia kala, masih seperti pandangan saya atas teman-teman saya itu: pribadi yang mengesankan karena etik dan moralnya.

Moral politik itulah kebutuhan besar bangsa ini. Karenanya entah ini harapan, entah ini doa, entah ini ekspektasi: ingat PKS ingat moral, itulah jargon saya sebagai bagian dari publik, setidaknya di dalam hati.

Prie GS, penulis. Tinggal di Semarang.

06 Februari 2021.

(tdr/*)