Ini Cara FKM UI Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

0
207
Taman UI (Istimewa)

BOGOR- Sejumlah dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) yang tergabung dalam tim Pengabdi Masyarakat (Pengmas) menjalankan kegiatan dalam upaya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak melalui pengembangan aplikasi mHealth bagi bidan dan kader.

MHealth merupakan aplikasi formulir pengumpulan data menggunakan platform Open Data Kit (ODK) berbasis android untuk membantu kader dan bidan dalam mengumpulkan data di lapangan. Pelatihan dilaksanakan di aula kantor Kecamatan Babakan Madang, Bogor, belum lama ini.

Melalui aplikasi mHealth, pelayanan kesehatan dapat memperoleh informasi mengenai kondisi demografi dan kesehatan di populasi, menghasilkan satu sistem informasi tepat guna dalam pemantauan kesehatan dan demografi masyarakat/wilayah dan menghasilkan satu sistem informasi pemantauan berkelanjutan yang berfungsi untuk membantu pengambil keputusan.

Aplikasi mHealth ini dapat digunakan pada program-program kesehatan secara rutin untuk pemantauan dan evaluasi, serta perbaikan program kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini diawali dengan melakukan pelatihan penggunaan aplikasi mHealth bagi bidan dan kader selama dua hari.

Setelah kegiatan pelatihan, aplikasi mHealth akan dilakukan uji coba di semua desa di Kecamatan Babakan Madang. Diharapkan dengan penggunaan aplikasi mHealth ini dapat berperan dalam meningkatkan kualitas data layanan kesehatan ibu dan anak untuk mendukung pengambilan kebijakan yang strategis dalam rangka peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak

Salah satu anggota tim Pengmas dr. Kemal N. Siregar menuturkan, pengukuran kesehatan yang dilakukan dengan baik, sudah setengah jalan upaya menyelesaikan masalah kesehatan.

“Program peningkatan kualitas data kesehatan ibu dan anak ini didasarkan pada tingginya angka kesakitan serta kematian ibu dan anak yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat,” katanya dalam releas yang diterima DepokToday pada Selasa 5 November 2019.

Kemal mengungkapkan, permasalahan kualitas dan ketersediaan data untuk intervensi yang tepat masih menjadi kendala yang dihadapi oleh sektor kesehatan. Kondisi ini menyebabkan tidak tersedianya data atau informasi yang tepat waktu dan berkelanjutan (longitudinal) untuk pemantauan status kesehatan ibu dan anak.

“Tidak adanya sistem pemantauan yang kuat dan berkelanjutan berimplikasi pada rendahnya kualitas informasi yang diterima oleh pelayanan publik dan pemerintah daerah mengenai permasalahan demografi maupun kesehatan, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten.”

Dirinya menjelaskan, pemantauan kesehatan dan demografi ini dilengkapi dengan pengembangan teknologi informasi tepat guna (mobile data collection) yang akan digunakan oleh kader dan bidan sebagai pengumpul data serta pengelola program kesehatan selaku penanggung jawab kesehatan wilayah.

“Diharapkan, pelaksanaan kegiatan pengmas ini dapat melibatkan para tenaga kesehatan untuk rutin memantau kesehatan dan demografi sehingga dapat meningkatkan kualitas data kesehatan maternal, bayi baru lahir, dan balita,” ujarnya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here