Ini Batasan Konsumsi Mi Instan, Simak Baik-baik Sebelum Nyesel

Mi instan (Foto: Istimewa)
Mi instan (Foto: Istimewa)

DepokToday- Mi instan adalah salah satu makanan yang paling mudah untuk disajikan. Selain cara membuatnya yang tak ribet, rasa yang ditawarkan juga mengundang selera. Maka tak heran jika banyak yang menggemarinya.

Di balik rasanya yang menggugah selera, mengkonsumi mi instan terlalu sering dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Tapi sayangnya, banyak orang yang sudah paham akan hal itu, namun tetap saja ngeyel.

Menurut sejumlah pakar yang disitat DepokToday.com dari hallodoc.com, kandungan natrium, MSG, dan pengawet di dalam makanan tersebut sangat tinggi, sehingga tidak boleh dikonsumsi setiap hari atau dalam waktu seminggu.

Baca Juga: Polisi Buru Wartawan Bodrek yang Berulah di Depok, Gini Modusnya

Dalam ulasan media tersebut dijelaskan, sebaiknya mengkonsumsi mi instan hanya satu-dua porsi dalam satu minggu dan tidak boleh lebih dari itu. Tapi tentu saja lebih jarang makan mi instan dapat menjaga tubuh untuk tetap sehat.

Mitos Tentang Sayuran di Mi Instan

Disisi lain, ada pula mitos yang menyatakan jika menambahkan sayuran ke mi instan yang disajikan dapat meningkatkan nilai gizinya. Namun faktanya, sejumlah campuran yang menyehatkan itu tidak dapat melawan efek negatif yang dihasilkan oleh makanan tidak sehat ini.

Berikut ini dampak buruk yang dapat dihasilkan dari konsumsi mi instan berdasarkan hallodoc:

1.Meningkatkan Risiko Kanker

Makanan olahan cepat saji ini ternyata dapat menimbulkan dampak buruk bagi sistem pencernaan yang memaksanya untuk mengolah mi dalam waktu berjam-jam.

Makanan ini juga dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat. Pencernaan yang lambat membuat bahan kimia beracun dan pengawet tetap berada di dalam tubuh yang menyebabkan paparan berlebihan dari BHA dan TBHQ.

Baca Juga: Jawaban Kocak Khabib Nurmagomedov Ditawari Minum Wine oleh Pelatih MU

Kedua kandungan ini umumnya digunakan dalam suatu produk agar dapat tahan lama atau pengawet. Faktanya, bahan kimia ini bersifat karsinogenik, yaitu dapat menyebabkan kanker pada seseorang dan beberapa gangguan lainnya, seperti asma, diare, bahkan perasaan cemas.

Segala gangguan tersebut berisiko lebih tinggi terjadi saat mengonsumsi terlalu sering. Maka dari itu, ada baiknya untuk membatasi konsumsinya sekarang juga.

Sebabkan Penyakit Jantung

2.Berpotensi Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Pada seseorang yang terlalu sering mengonsumsi mi instan atau bahkan dapat beberapa porsi dalam seminggu, berhati-hatilah terhadap peningkatan risiko dari penyakit jantung.

Seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi makanan ini berisiko lebih besar mengalami sindrom metabolik, terlepas dari pola makan atau atau kebiasaan olahraganya. Risikonya dapat mencapai 68 persen untuk mengalami sindrom metabolik.

Baca Juga: Waspada, Tanda Jantung Bermasalah Diawali dengan Ciri Ini

Sindrom metabolik sendiri adalah sekelompok gejala dari obesitas sentral, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah, sehingga dapat meningkatkan seseorang untuk tertular penyakit jantung, diabetes, hingga stroke.

Nah demikian sejumlah bahaya yang dapat ditimbulkan jika mengkosumsi mi instan secara rutin. Mencegah tentu lebih baik dari mengobati bukan. (rul/*)