Ini 5 Mitos Tentang Sarapan yang Masih Banyak Dipercaya

Sarapan Weißwurst adalah makanan tradisional khas Bavaria.(Foto: Tangkapan Layar dari laman resmi UEFA)

DepokToday – Banyak orang yang memilliki pandangan kalau memulai hari dengan sarapan menjadi salah satu langkah yang tepat. Pandangan itu tentunya tidaklah salah. Kebiasaan lain juga misalnya, beranggapan melakukan sarapan dengan hanya menenggak kopi atau teh merupakan hal yang lumrah.

Ada juga mereka yang percaya sejumlah mitos tentang makan di pagi hari lainnya. Berikut ini 5 mitos tentang sarapan yang ternyata masih banyak dipercaya seperti dilansir dari Suara.com.

1.Sarapan menjadi waktu makan terpenting

Fakta: Salah satu penelitian ada yang pernah menemukan kalau orang yang makan di pagi hari cenderung lebih sehat dibandingkan sekitar 20-an persen mereka yang melewatkan sarapan.

Penelitian observasional itu menunjukkan orang yang makan di pagi hari lebih mungkin sedikit terhindar dari penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan kolesterol tinggi.

Tetapi, tidak jelas apakah makan di pagi hari menjadi rahasia terpenting yang menyebabkan hal tersebut. Apakah orang yang melakukan sarapan hanya memiliki lebih banyak kebiasaan baik, seperti berolahraga, tidak merokok, minum lebih sedikit alkohol, dan konsumsi makanan yang lebih baik secara keseluruhan.

Di sisi lain, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa melewatkan sarapan sesekali mungkin memiliki manfaat kesehatan juga. Intinya, tidak banyak bukti menyatakan sarapan lebih penting daripada waktu makan lainnya.

2.Menu sarapan kemasan lebih baik

Fakta: Menyajikan nuget dan sosis kemasan mungkin lebih mudah dibuat sebagai menu makan di pagi hari. Begitu juga dengan wafel, panekuk, dan kue-kue manis. Tetapi banyak makanan pagi khas lainnya justru dicap memiliki reputasi buruk karena meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes, darah tinggi, hingga kardivaskular.

3.Jus jeruk jadi menu yang sehat

Fakta: kebanyakan dokter mungkin akan merekomendasikan untuk lebih baik makan buah jeruk langsung. Sebab jus buah sarat dengan gula. Satu gelas jus jeruk delapan ons mengandung 23 gram gula (hampir 6 sendok teh), bahkan lebih dari dua kali lipat jeruk ukuran sedang.

Selain itu, semua serat pada jeruk bisa masuk ke dalam tubuh jika Anda mengonsumsinya dalam bentuk buah. Tentu juga masih tinggi vitamin C dan nutrisi penting lainnya.

Baca Juga: Gandeng Banyak Perguruan Tinggi, Ini Target AMSI untuk Indonesia

4.Mencegah makan berlebihan sepanjang hari

Fakta: Penelitian di Cornell University menemukan hal sebaliknya dari teori di atas. Dalam studi tersebut, para peneliti lakukan studi terhadap orang yang biasa sarapan dan tidak selama tiga hari yang berbeda. Peneliti kemudian melihat pola makan dari kedua kelompok tersebut.

Hasilnya, orang-orang yang melewatkan sarapan memang lebih lapar saat siang. Tapi, mereka juga tidak makan berlebihan saat siang atau di sore hari. Faktanya, mereka justru makan sekitar 400 kalori lebih sedikit sehari daripada yang terbiasa sarapan.

5.Bantu menurunkan berat badan

Fakta: Dalam uji coba terkontrol secara acak selama empat bulan, para ilmuwan di University of Alabama di Birmingham menemukan bahwa makan di waktu pagi tidak berpengaruh pada penurunan berat badan. Peserta kehilangan jumlah berat badan yang sama, terlepas dari mereka sarapan maupun tidak. (lala/*)