Ini 10 Honorer Damkar yang Diperiksa Tipidsus Kejari Depok

Sejumlah pegawai Damkar mendatangi Kejari Depok. (Depoktoday.com/rul)
Sejumlah pegawai Damkar mendatangi Kejari Depok. (Depoktoday.com/rul)

CILODONG – Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kota Depok memanggil sepuluh orang pegawai honorer Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar Kota Depok pada Selasa, 25 Mei 2021.

10 orang itu masih dimintai keterangan soal dugaan korupsi belanja sepatu, dan Pakaian Dinas Lapangan (PDL).

Kepala Seksi Intelejen Kejari Kota Depok Herlangga Wisnu Murdianto membenarkan pemeriksaan tersebut.

“Betul, 10 orang yang terdiri dari 10 Honorer Damkar kami periksa sebagai saksi,” jelas Herlangga.

Mereka yang dipanggil Kejari Kota Depok berasal dari Damkar UPT Tapos dan juru padam Pos Cimanggis. Permintaan keterangan dilakukan mulai dari pagi hingga sore hari.

“Tim jaksa penyelidik pada Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Depok melakukan permintaan keterangan terhadap 10 orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi,” sebut dia.

10 Honorer yang Diperiksa

Baca juga:Tipidus Periksa 10 Orang Ini Soal Dugaan Korupsi Damkar

Adapun mereka yang dipanggil berinisial, S (honorer Damkar UPT Tapos), NLR (honorer Damkar UPT Tapos), K (honorer Damkar UPT Tapos), AP (honorer Damkar UPT Tapos).

Selain itu, HA (juru padam Pos Cimanggis), SR (juru padam Pos Cimanggis), KES (juru padam Pos Cimanggis), H (juru padam Pos Cimanggis).

Serta, MAL (juru padam Pos Cimanggis, dan AH (juru padam Pos Cimanggis).

Sebelumnya, Seksi Tindak Pidana Khusus atau Tipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok melakukan pemeriksaan lanjutan kepada 10 orang terkait laporan atas dugaan korupsi pada Dinas Damkar pada Senin 24 Mei 2021.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengungkapkan, pemeriksaan lanjutan oleh Tipidsus sementara ini masih tentang belanja sepatu, dan pakaian dinas lapangan atau PDL pada Dinas Damkar Kota Depok tahun anggaran 2017-2019.

“Tim jaksa penyelidik Tipidsus telah melakukan permintaan keterangan terhadap 10 orang yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi Damkar,” jelas dia.

Sebagai informasi, kasus ini muncul ke permukaan setelah salah seorang pegawai Damkar bernama Sandi meminta presiden mengusut dugaan korupsi di dinas tersebut. Aksinya itu viral media sosial dan mendapat perhatian dari publik. (lala/*)