Ingin Dagang Hewan Kurban di Depok? Urus Dulu Izin Ini

SPG Mall Hewan Kurban (Istimewa)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok mewajibkan pedagang hewan kurban pegang izin sebelum membuka lapak. Perizinan itu berlaku 35 hari sebelum hingga 10 hari sesudah pelaksanaan hari raya Idul Adha 1442 H.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pelapak hewan kurban yang hendak memiliki izin berjualan, dapat mengurusnya melalui kelurahan setempat disertai dengan surat pernyataan bertanggung jawab penuh terhadap lapaknya.

Baca Juga : Masih Pandemi, Begini Aturan Pemotongan Hewan Kurban di Depok

“Persetujuan berjualan hewan kurban dikeluarkan oleh camat berlaku 35 hari sebelum hari raya  sampai dengan 10 hari setelah hari raya, berdasarkan rekomendasi dari Lurah setempat, yang dikuatkan dengan surat pernyataan,” kata Idris dalam surat edaran yang diterima Depoktoday.hops.id, Minggu 13 Juni 2021.

Idris menuangkan aturan itu dalam Surat Edaran bernomor 443/314-Huk/DKP3 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam Covid-19 di Kota Depok, tertanggal 10 Juni 2021.

Dalam beleid tersebut, Idris juga mengatakan, tujuan dari perizinan itu, selain menjaga agar prosesi jual beli hewan kurban tidak menjadi timbulan klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Depok, juga memudahkan lurah dalam memantau para pedagang hewan kurban.

Baca Juga : Idris-Imam Ajak Warga Bergandengan Tangan untuk Depok yang Lebih Baik

“Lurah melakukan pemetaan wilayah dalam upaya melokalisir tempat lapak penjual hewan kurban, dengan tetap memperhatikan aspek protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, ketertiban dan keamanan,” tulis Idris.

Idris mengatakan, menata lapak penjualan hewan kurban juga menjadi dasar lain terbitnya surat edaran tersebut.

“Lokasi lapak tidak mengganggu keteriban umum, tidak berjualan di jalan, trotoar, jembatan penyeberangan orang (JPO), pinggir rel kereta api, dan bantaran sungai,” sambung Idris.

Nantinya, Idris pun akan mengawasi prosesi jual beli hewan kurban melalui masing-masing lurah se-Kota Depok.

“Lurah melaporkan data lapak dan perkembangannya ke camat setiap harinya, selanjutnya camat melaporkannya ke Wali Kota Depok melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok,” kata Idris. (ade/*)