Ingatkan Amerika, Rusia Ancam Tembak Kapal Perang Inggris

Kapal perang yang akan dimiliki Indonesia. : Fregat FREMM Bergamini-class Luigi Rizzo (F 595) Italia. (@U.S. Navy – Mass Communication Specialist 3rd Class Cameron Pinske)
Kapal perang yang akan dimiliki Indonesia. : Fregat FREMM Bergamini-class Luigi Rizzo (F 595) Italia. (@U.S. Navy – Mass Communication Specialist 3rd Class Cameron Pinske)

JAKARTA- Rusia menegaskan bakal melakukan serangan jika ada kapal perang asing yang melewati perbatasan. Pernyataan keras itu merupakan tindak lanjut dari kemunculan kapal perang Inggris beberapa hari lalu.

“Moskow tidak akan mengesampingkan tanggapan balas dendam jika provokasi yang melanggar perbatasan Rusia terjadi lagi, serupa dengan insiden destroyer HMS Defender Inggris di Laut Hitam,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov dirilis TASS, dikutip pada Sabtu 26 Juni 2021.

Ia juga menegaskan, Rusia tidak akan mentolerir kasus serupa.

“Dalam kasus provokasi berulang yang tidak dapat diterima, jika tindakan seperti itu melewati batas, tindakan apa pun mengenai perlindungan hukum perbatasan Federasi Rusia dimungkinkan,” katanya

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan bahwa Rusia memiliki hak untuk membom tepat sasaran, ketika kapal perang asing melanggar perbatasan laut mereka.

Rusia Lepaskan Tembakan ke Kapal Perang

Untuk diketahui, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Armada Laut Hitam Rusia bersama dengan Kontrol Perbatasan Layanan Keamanan Federal Rusia mencegah kapal perusak HMS Defender Inggris melanggar perbatasan Rusia di dekat Cape Fiolent di Krimea, pada Rabu, 23 Juni 2021.

Kapal perusak Inggris itu dinilai telah melakukan perjalanan sejauh tiga kilometer ke perairan teritorial Rusia ketika diperingatkan tentang kemungkinan penggunaan kekuatan tetapi tidak menanggapi.

Sebuah kapal penjaga perbatasan Rusia melepaskan tembakan peringatan, sementara sebuah pesawat pengebom SU-24M dipaksa untuk menjatuhkan bom peringatan di depan kapal perusak sebelum kapal Inggris  berbalik dan meninggalkan perairan Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia menilai tindakan kapal Inggris itu sebagai pelanggaran kasar terhadap Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan mendesak London untuk menyelidiki tindakan awak kapal perusak.

Menurut juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, kapal perusak itu melakukan perjalanan di sepanjang rute paling langsung dan diakui secara internasional antara Ukraina dan Georgia.

Juru bicara itu juga mencatat bahwa London tidak mengakui reunifikasi Krimea tahun 2014 dengan Rusia.

“Seperti yang Anda ketahui, Inggris tidak mengakui klaim Rusia atas Krimea dan kami terus menjunjung tinggi konsensus internasional bahwa aneksasi Rusia atas Krimea adalah ilegal,” kata juru bicara itu.

Rusia Tanggapi Reaksi AS

Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat telah mencap komentar Sekretaris Pers Pentagon, John Kirby yang menggambarkan laporan dari Moskow tentang tembakan peringatan di depan kapal perusak HMS Defender Inggris di dekat pantai Krimea sebagai contoh lain dari disinformasi.

“Tuduhan Sekretaris Pers Pentagon John Kirby terhadap Rusia dalam disinformasi tentang insiden dengan HMS Defender (alias Aggressor) tidak berdasar. Apa yang terjadi direkam dan diterbitkan oleh FSB Rusia. Menyangkal yang sudah jelas, Pentagon masih hidup di bawah ilusi tentang situasi aktual di Krimea Rusia dan di sekitar Semenanjung,” kata misi diplomatik itu melalui Twitter, dirilis TASS.

Pihak Rusia pun akhirnya menayangkan rekaman tembakan peringatan itu. Kirby mengklaim pada pertemuan itu, pihak Inggris sangat terbuka tentang fakta bahwa tidak ada tembakan yang dilepaskan sebagai peringatan kepada HMS Defender.

Menurutnya, itu hanya disinformasi Rusia, sebagai contoh lain dari Rusia yang mencoba memutar peristiwa agar sesuai dengan narasi mereka sendiri. Itu tidak terjadi.

Baca Juga: Kenalin Nih, 8 Kapal Perang Canggih yang Bakal Dimiliki Indonesia

Pada hari Rabu, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Armada Laut Hitam dan Layanan Keamanan Federal Rusia mencegah kapal perusak HMS Defender Inggris melanggar perbatasan Rusia di dekat Cape Fiolent di Krimea.

Sebuah kapal penjaga perbatasan melepaskan tembakan peringatan, sementara sebuah pesawat pengebom SU-24M dipaksa untuk menjatuhkan bom peringatan di depan kapal perusak sebelum kapal itu berbalik dan meninggalkan perairan Rusia. (rul/*)