Implementasi Pancasila Harus Sesuai Perkembangan Zaman

Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila, Hendra Nurtjahjo (kiri). (Depoktoday.com)
Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila, Hendra Nurtjahjo (kiri). (Depoktoday.com)

JAKARTA- Pengamat Universitas Pancasila menyebut, Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa yang akan menentukan eksistensi Indonesia di masa depan. Namun implementasinya harus disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Pancasila adalah satu-satunya ideologi Indonesia yang tepat, bukan ideologi sosialisme-komunisme, bukan pula liberalisme-kapitalisme,” kata Ketua Pusat Studi Pancasila Universitas Pancasila (PSP UP), Hendra Nurtjahjo, Senin 31 Mei 2021.

Dengan demikian, menurutnya, peringatan hari lahir Pancasila pada 1 Juni nanti menjadi sangat penting.  Terkait hal itu, PSP UP berkomitmen untuk mengawal sosialisasi nilai-nilai Pancasila agar sampai pada setiap lapisan masyarakat, pada semua golongan dan pada tiap generasi bangsa.

“Karena itu saya menilai perlu ada gerakan pencanangan pengarusutamaan Pancasila yang direncanakan dengan lebih terstruktur, sehingga nilai-nilai Pancasila dapat menjiwai semua peraturan, kebijakan, program kerja, sampai dengan pelaksanaannya,” jelasnya.

Baca Juga: Gandeng Universitas di Korsel, UP: Jangan Jago Kandang

Tentunya, kata Hendra, sosialiasi maupun implementasi nilai-nilai Pancasila, perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Oleh karena itu kita perlu berkolaborasi dengan semua generasi dan membuka pintu kreativitas agar kehadiran Pancasila mudah diterima oleh seluruh bangsa Indonesia.”

Hendra mengatakan, sebagai bukti dari dedikasi PSP UP dalam melestarikan Pancasila, terdapat banyak kegiatan yang telah dilakukan, di antaranya, pengembangan instrumen indeks Pancasila, strategi pembelajaran Pancasila dalam setiap jenjang pendidikan.

Bakti Universitas Pancasila untuk Bangsa

Kemudian, implementasi nilai-nilai Pancasila melalui peraturan perundang-undangan, peta jalan pembangungan karakter Pancasila, desa tangguh Pancasila (pembinaan oleh PSP se-Indonesia), video pembelajaran Pancasila, penerbitan Buletin Warta Pancasila, sekolah digital Pancasila dan konstitusi.

“Selain itu kami juga melakukan pengembangan paradigma keilmuan dalam setiap konsentrasi studi yang tentunya berkolaborasi dengan seluruh program studi yang ada di Universitas Pancasila,” katanya.

Bukti Komitmen UP 

Hendra menyebut, sebagai perguruan tinggi yang membawa nama besar ideologi negara, maka Universitas Pancasila sudah sepatutnya mengembangkan strategi dan langkah untuk menjadi universitas percontohan implementasi nilai-nilai Pancasila.

Pada beberapa tahun belakangan ini Universitas Pancasila telah melakukan beberapa langkah penting untuk semakin memantapkan langkah, seperti membangun lima rumah ibadah dalam lingkungan kampus sebagai lab kerukunan dan toleransi dalam kehidupan bernegara dan beragama.

Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Shri IGN Arya Wedakarna MWS (kemeja putih tengah) saat meninjau sejumlah tempat ibadah di Universitas Pancasila, Jakarta. (Depoktoday.com)
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Shri IGN Arya Wedakarna MWS (kemeja putih tengah) saat meninjau sejumlah tempat ibadah di UP, Jakarta. (Depoktoday.com)

Selain itu membentuk jalur pendidikan S2 (Magister Ilmu Kepancasilaan), Program Studi Kajian Pancasila dan Kepemimpinan Publik dan membuat peta jalan pendidikan karakter Pancasila bagi universitas.

“Komitmen pimpinan yayasan dan pimpinan universitas beserta seluruh program studi sangat tinggi dalam hal ini, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, ketiga hal ini akan segera selesai dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.” (rul/*)