Imigrasi Depok Luncurkan Aplikasi PIAWAI IKM

Kantor Imigrasi Kelas II Depok meluncurkan inovasi terbaru untuk memberikan pelayanan pada masyarakat berbasis digital. Aplikasi layanan pembuatan paspor itu disebut Penilaian Pegawai Berbasis Indeks Kepuasan Masyarakat atau PIAWAI IKM. (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Kantor Imigrasi Kelas II Depok meluncurkan inovasi terbaru untuk memberikan pelayanan pada masyarakat berbasis digital. Aplikasi layanan pembuatan paspor itu disebut Penilaian Pegawai Berbasis Indeks Kepuasan Masyarakat atau PIAWAI IKM. Terobosan ini diklaim baru pertama di Indonesia

Tak hanya itu saja, untuk memberi kemudahan pada masyarakat, layanan itu pun kini hadir di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Margonda, Depok, atau tepatnya di gerai lantai satu area Depok Town Square (Detos).

Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam pun berharap, inovasi ini bisa hadir di masing-masing kota.

“Yang menjadi catatan apa yg kita berikan pada masyarakat betul-betul memenuhi style masyarakat. Apabila kita tidak mnegikuti style masyarakat tentu ini akan menjadi persoalan,” katanya saat menghadiri peresmian gerai tersebut di Detos, pada Kamis 7 November 2019

Bambang mengatakan, pelayanan imigrasi haruslah mengikuti gaya hidup masyarakat. Termasuk menghadirkan pelayanan di pusat perbelanjaan yang mudah dijangkau masyarakat.

“Memang bagaimana kita fokuskan masa mendatang, bukan hanya sekedar meningkatkan jumlah pelayanan tapi gaya hidup masyarakat berubah ya kita juga harus ikut,” ujarnya

Di tempat yang sama, Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronny Sompi mengatakan, pihaknya mengapresiasi terobosan atau inovasi dari Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok yang telah menambah salah satu fasilitas pelayanan pembuatan paspor.

“Kita berikan apresiasi terhadap Kakanim (Kepala Kantor Imigrasi) Depok, khususnya dalam pelayanan pembuatan paspor untuk pertama di Depok dibuat gerai pemuatan Paspor yang ada di lantai 1 Detos,” ujarnya

Ronny pun berharap, melalui aplikasi PIAWAI IKM ini kedisiplinan anggota dapat terlihat jelas sehingga dapat dijadikan bahan evaluasi pimpinan. “Oleh Kakanim sendiri aplikasi ini dapat langsung di upload sehingga setiap saat dapat mengetahui segala sesuatu anggota ya selama masuk dinas.”

Terkait punishment dan reward terhadap pegawai nanti akan diberikan penilaian.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Depok, Agung Wibowo mengungkapkan, dengan aplikasi PIWAI IKM secara realtime menampilkan data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan dan kinerja layanan publik.

Aplikasi ini memberikan kesempatan pada masyarakat selaku pengguna layanan untuk berpartisipasi aktif dalam melakukan penilaian dan pengawasan terhadap kinerja pelayanan unit pelayanan kantor Imigrasi Depok.

Sebagaimana dengan tema kebijakan APBN pada tahun anggaran 2020 yang berpusat pada SDM (Sumber Daya Manusia).

“Presiden Jokowi menyampaikan perlunya meningkatkan SDM Indonesia melalui aplikasi ini kami berharap inovasi tersebut dapat meningkatkan kualitas SDM di lingkungan Imigrasi,” tuturnya

Terpisah, Mall Direktur Detos Sutikno, berharap setelah bertambahnya unit layanan paspor dari Imigrasi maka akan berdampak pada jumlah pengunjung. “Kalau hari biasa jumlah pengunjung ada sekira 25.000 ribu orang, ya jika ditambah ada unit layanan paspor kemungkinan bertambah. Kami perkirakan grafiknya naik menjadi 25 persen.” (rul/*)