Imam Janji Perjuangkan Nasib Kaum Disabilitas

Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (batik biru), Istimewa

MARGONDA– Sejumlah calon kepala daerah (Calkada) di Kota Depok akhir-akhir ini mulai disibukan dengan sederat jadwal kampanye. Berbagai cara pun kian gencar dilakukan demi meraih simpati masyarakat, tak terkecuali dari kalangan kaum disabilitas.

Salah satu kandidat, yakni calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengatakan, pihaknya akan menyerap segala aspirasi dari seluruh lapisan masyarakat yang ada di kota ini.

“Mereka memberikan informasi pada kami untuk bisa diperjuangkan terhadap hal-hal dalam kehidupan sehari-hari yang dihadapi mereka karena ada sedikit gangguan pada mereka ketika ini terus berlangsung,” katanya dikutip pada Senin 28 September 2020

Kader PKS yang bersanding bersama Mohammad Idris itu menyebut, sejumlah aspirasi dari komunitas tunarungu yang telah disampaikan salah satunya terkait dengan pengumuman di seluruh lembaga, bak swasta maupun pemerintah.

Pada Imam, mereka berharap agar pengumuman jangan hanya suara saja namun disertakan dengan papan berisi tulisan, termasuk dengan huruf braile.

“Kedua, tentang rel kereta api. KRL kan kencang dan bunyinya juga kencang, tapi enggak kedengeran bagi mereka dan itu bingung.”

Komunitas tunarungu mengusulkan KAI membuat kebijakan ramah, seperti trafficl light yang ada tulisanya bahwa kereta akan lewat atau stop. “Ada watch nya untuk memperlihatkan kapan mereka akan berhenti atau jalan,” jelasnya

Selain itu, komunitas tunarungu juga meminta agar mereka diperlakukan sama dalam kehidupann sosial. Mereka meminta di kantor-kantor pelayanan dan pemerintahan, ada petugas yang bisa menggunakan bahas isyarat sehingga bisa berkomunikasi dengan mereka.

“Tentang pergaulan dengan sesama kita. Mereka berharap ada seperti tempat kursus terutaam di  pemkot agar ada satu sesi seminggu sekali atau sebulan sekali bagi mereka di bagian tertentu ke depan pelayanan bisa berbahasa isarat. Mereka siap untuk bisa berkomunikasi jika memang mereka juga orang yang akan berinteraksi dengan Pemkot Depok.”

Imam juga menerima keluhan dari komintas tersebut perihal kesulitan pembayaran BPJS karena banyak dari mereka adalah kalangan tidak mampu. Bahkan banya juga anak mereka tidak bisa sekolah karena tidak mampu.

“Ini memang perlu kita fasilitasi bertemu dengan komunitas mereka untuk mendapatkan data dimana saja penyebarannya lalu masalah yang mereka hadapi,” ujarnya

Kemudian, termasuk program pusat tentang bantuan kerja yang kena PHK. “Mereka memohon pada kita untuk bisa dibantu agar mereka mendapatklan pelayanan setara dengan kita sebagai manusia.”

Terkait hal itu, Imam pun mengajak semua pihak lembaga baik swasta dan pemerintah hingga tingkat kelurahan untuk bisa memperhatikan usulan mereka. Ia menegaskan, komunitas ini juga harus diberikan kesempatan, termasuk didalamnya masalah ketenagakerjaan.

“Jangan sampai ada perbedaan karena keahlian sama, tapi karena kekurangan mereka lalu diperlakukan tidak adil. Mohon pertimbangan pada seluruh pemangku kebijakan untuk bisa sedikit merealisasikan apa yang menjadi kendala mereka,” ucapnya

Untuk diketahui, calon Wali Kota Depok Mohammad Idris dan wakil-nya, Imam Budi Hartono mendapat nomor urut dua. Pasangan ini diusung oleh PKS, PPP dan Demokrat serta satu partai pendukung yakni Partai Berkarya. (dwi/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here