Imam Budi Minta Karang Taruna Aktif Bersihkan Gorong-gorong Antisipasi Bencana

Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono usai bersihkan sampah di Situ Tujuh Muara saat peringatan Hari Kebersihan Dunia (World Cleanup Day), Minggu 19 September 2021. (DepokToday/Ade)
Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono usai bersihkan sampah di Situ Tujuh Muara saat peringatan Hari Kebersihan Dunia (World Cleanup Day), Minggu 19 September 2021. (DepokToday/Ade)

DepokToday – Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono meminta anggota karang taruna bisa ikut aktif dalam mengantisipasi terjadinya bencana di Depok.

“Mengantisipasi musim hujan, warga karang taruna untuk bisa kerja bakti membersihkan gorong-gorong dan lingkungan agar tidak terjadi banjir, karena adanya sampah,” kata Imam di Kecamatan Sukmajaya, Senin 27 September 2021.

Imam mengatakan, peristiwa bencana yang melanda Kota Depok beberapa hari terakhir ini juga disumbang dari perilaku masyarakatnya sendiri. Untuk itu, dengan aktif membersihkan lingkungan diharapkan bisa mengantisipasi terjadinya bencana.

Baca Juga: Apresiasi Lembaga Pendidik Bantu Capaian Vaksin, Imam: Sehari 26 Ribu Warga Tervaksin

“Saya berharap, temen-temen bisa membantu masyarakat, karena karang taruna lahir dari rahim masyarakat,” kata Imam.

Imam pun mengatakan, telah menganggarkan khusus untuk karang taruna dana sebesar Rp 50 juta per Kelurahan dari APBD Kota Depok.

“Insyaa Allah tahun 2022, kita akan memberikan mereka Rp 50 juta per kelurahan,” kata Imam.

Sejak berdiri sejak tahun 1999 hingga hari ini, Kota Depok memang belum memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang bertugas untuk mengurusi soal bencana.

Baca Juga: Imam Budi Hartono: Kita Jadikan Sampah Itu Berkah, Bukan Musibah

Imam menyebut, instansi khusus penanganan bencana itu sedang dikaji untuk dibentuk di Kota Depok.

“Sudah kajian, mudah-mudahan bisa kita realisasikan dalam waktu dekat. Mudah-mudahan ya tapi ini, masih dalam kajian,” kata Imam.

Sebagai informasi, sudah beberapa hari ini, Kota Depok dilanda bencana angin kencang, sejak Selasa 21 September 2021. Tercatat sudah ada empat yang menjadi korban akibat bencana itu. (ade/*)