Idul Adha di Tengah PPKM Darurat, Begini Aturannya di Depok

Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi yustisi dan pemeriksaan rapid test antigen pada pemudik dan warga pendatang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Depoktoday.com)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan operasi yustisi dan pemeriksaan rapid test antigen pada pemudik dan warga pendatang guna mencegah penyebaran COVID-19. (Depoktoday.com)

DEPOK – Pelaksanaan Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli ini, praktis dirasakan tanpa susana malam takbirantakbiran dan solat berjamaah di masjid.

Sebab, Wali Kota Depok Mohamad Idris resmi melarang kegiatan tersebut di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Aturan itu termaktub dalam dalam Surat Edaran Nomor 451/368/Huk/Kesos yang ditandatangani Idris pada 10 Juli 2021 lalu.

“Penyelenggaraan takbiran di masjid atau mushola dilakukan hanya oleh satu orang petugas,” kata Idris dalam edaran itu.

Termasuk penyelenggaraan shalat Idul Adha 1442 H/20w21 M di masjid, mushola atau fasilitas umum lainnya yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah dan swasta, ditiadakan.

Begitu juga kebiasaan takbiran keliling yang dilakukan sebelum kegiatan solat Idul Adha, kata dia juga dilarang untuk dilakukan.

Baca juga: Uu Ruzhanul Ancam Penjual yang Permainkan Harga Obat, Galak Banget!

“Silaturahim atau kunjungan merayakan Idul Adha juga dilarang dan diharapkan agar diganti dengan cara online. Di luar itu, peniadaan ibadah di rumah-rumah ibadah ini juga berlaku buat umat agama lain di Depok,” sebut dia.

“Tempat ibadah (masjid, mushola, gereja, pura, wihara, kelenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun swasta, tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Darurat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah,” jelas Idris. (lala/*)