Idris Ungkap Awal Mula Wacana Monorail di Depok

Wali Kota Depok Mohammad Idris (istimewa)

MARGONDA– Wali Kota Depok, Mohammad Idris menegaskan, proyek pembangunan monorail yang belakangan jadi sorotan banyak pihak, baru sebatas wacana. Hal itu bermula dari celetukan salah seorang pakar tata kota asal Italia.

“Saya cerita dari awal nih dengerin ya. Jadi monorail ini awalnya ada seorang pakar tata kota, desain tata kota dari Itali, enggak usah disebut namanya, dia kebeneran mau ke UI. Dia jalan-jalan lah sama seorang profesor di fakultas teknik. Singkat cerita, dia bicara macet gini jangan mengandalkan transportasi darat, tapi berbasis rel cakep nih,” katanya pada Kamis 30 Januari 2020

Kemudian Idris mengatakan hal itu cukup sulit mengingat saat ini sudah ada Kereta Rel Listrik (KRL) dan segala jenis transportasi lainnya.

“Dia bilang oh beda. Dia lihat ternyata ada LRT di timur yang membentang selatan utara ada rencana LRT dari pusat ya, dari selatan utara dan sebaliknya di belahan barat dan di tengah itu KRL.”

Yang belum ada saat ini, jelasnya, adalah transportasi berbasis rel bentang barat-timur dan sebaliknya. “Akhirnya itu didengar oleh Pak Bambang dari BPTJ. Nah kebetulan Pak Bambang ini teman diklat Pak Dadang Wihana (Kadishub Depok), akhirnya didiskusikan coba dilakukan Feasible Study (FS) nya,” kata Idris

Singkatnya, ucap Idris, resumenya adalah feasible kalau memang yang dilakukan ini. Tetapi permasalahannya tadi, harus dimasukan ke dalam program strategis nasioanl atau PSN, karena terkait juga dengan Peraturan Daerah (Perda) RT/RW.

“Kebetulan tahun ini provinsi termasuk kita dan nasional juga melakukan revisi Perda RT/RW. Nah kalau sudah selesai nanti diusulkan masukan ke dalam PSN tadi, persis seperti UIII. Di UII itu tadi enggak boleh secara perda karena fungsinya RTH (Ruang Terbuka Hijau).”

Namun demikian, hal itu (proyek monorail) baru sebatas wacana.

“Ini wacana ya, bukan rencana. Tapi wacana ini kita dasarkan berbasis ilmiah itu FS karena yang melakukan FS ini adalah para pakar ya. Kalau Idris mah enggak ngerti masalah transportasi, kita hanya mengeluarkan kebijakan,” katanya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here