Idris Pertanyakan Ketidaksesuaian Data Vaksiniasi, Singgung DKI yang Sudah 80 Persen

Wali Kota Depok, Mohammad Idris singgun data vaksinasi. (foto: CNBC)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris singgun data vaksinasi. (foto: CNBC)

DepokToday – Wali Kota Depok Mohammad Idris menyinggung adanya ketidaksesuaian data vaksinasi dari berbagai pihak. Karena itu dirinya meminta sejumlah data ini bisa disinkronkan. Bahkan dia juga mempertanyakan data vaksinasi di  DKI Jakarta yang telah mencapai 80 persen.

Jawaban Idris ini menanggapi adanya pertayaan kapan warga Depok dapat divaksin 100 persen. Menurut dia, saat ini sudah hampir 40 persen warganya telah menerima vaksin. Namun, untuk dapat mencapai 100 persen dirinya belum bisa memastikan hal itu.

“Kalau 100 persen dari pemerintah kan sebenarnya Agustus. Tapi udah nggak mungkin, taro lah 40 persen. Kita ingin 100 persen, bukan hanya Depok tapi Jabodetabek,” ungkap Idris usai memantau kegiatan vaksinasi di Kantor Kecamatan Cilodong, Senin 16 Agustus 2021.

Dirinya mengatakan, jika memang capaian DKI Jakarta mampu melakukan vaksinasi dengan presentase 80 persen. Hal itu harus dilhat apakah penerima vaksin merupakan warga DKI seluruhnya atau ada juga warga Depok.

Baca Juga: Berpakaian Ala Suku Baduy, Presiden Jokowi Tiba-tiba Curhat di MPR

“Jadi kalau Jakarta 80 persen, liat dulu, warga mana yang disuntik di Jakarta. Jangan-jangan banyak orang Depok, ini juga saya minta datanya, harmonisasi dengan DKI,” jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Idris menyinggung data vaksinasi, dia menyebutkan, harmonisasi penyesuaian data itu terus dilakukan pihaknya. Pada wilayah aglomerasi, persoalan data  ini menjadi perhatian khusus karena kerap terjadi perbedaan.

Saat ini kata Idris, jumlah warganya yang telah mendapat vaksin, hampir mencapai 40 persen dari target sebanyak 1,6 juta warga.

“Dari 1,6 juta (warga Depok), hampir 40 persen. Jangan melihat Pusdatin   (Pusat Data dan Informasi) karena belum diharmonisasi dengan data kita, sedang diproses paling cepat seminggu. Belum lagi pikobar Jawa Barat jadi ini warga aglomerasi jadi perhatian khusus terkait masalah pendataan,” sebut Idris. (lala/*)