Idris Kumpulkan Pejabat ASN di Hotel, Bawaslu Turun Tangan

0
259
Surat perintah Wali Kota Depok (Istimewa)

BOGOR– Wali Kota Depok, Mohammad Idris memerintahkan sejumlah kepala dinas dan camat untuk hadir bersamanya dalam sebuah acara yang berlangsung di salah satu hotel mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa, 28 Juli 2020.

Perintah tersebut tertuang dalam surat edaran Nomor : 800 / 8301 BKPSDM. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun menyebutkan, acara itu  berkonsep seminar dengan tema Great Leaders – Great Team – Great Result.

Dalam surat perintah itu tertulis, nama yang tercantum tak boleh digantikan. Kepala Bagian Protokol dan Dokumentasi Pemerintah Kota Depok, Kusumo tak menampik adanya kegiatan tersebut. Namun ia menyebut, itu adalah acara santai lantaran ada aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun.

“Rencananya acaranya acara santai, pelepasan pensiun,” katanya

Kusumo juga tak membantah jika kegiatan itu melibatkan hampir seluruh kepala dinas dan camat. “Kelihatannya begitu, tapi saya sendiri masih tentatif,” tuturnya

Ketika ditanya kenapa harus di luar kota, Kusumo mengaku tak tahu. Berbeda dengan Kusumo, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, jika itu adalah kegiatan resmi.

“Itukan sinergitas, wawasan tentang masalah manajeman dan kepemimpinan. Ya isi kegiatannya memberikan wawasan pada mereka, ya tanya pada BKPSDM saja ya,” katanya singkat

Dihubungi terpisah, Kepala BKPSDM Kota Depok, Supian Suri mengatakan, acara tersebut murni seminar.

“Itu acara penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi menghadapi kebiasaan normal baru,” katanya

Ketika disinggung kenapa tidak berlangsung di Depok, Supian mengaku sebelumnya itu (kegiatan) sudah dilakukan. “Sebagian sudah kita laksanakan di Depok dengan peserta 58 orang,” ujarnya

Disorot Bawaslu

Kegiatan yang dihadiri Idris dengan mengumpulkan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Depok itu kini menuai sorotan sejumlah pihak. Sebabnya, dalam waktu dekat kota tersebut akan memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020.

Menanggapi hal itu, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok, Dede Selamet Permana mengaku, pihaknya akan segera menindaklanjuti kabar tersebut.

“Kami akan cek langsung ke sana dalam rangka memastikan isi acara tersebut sesuai dengan isi surat,” katanya

Dede mengaku, pihaknya merasa perlu untuk mengawasi kegiatan tersebut karena dihadiri oleh salah satu petahana yang saat ini menjabat sebagai wali kota.

“Ini hal menarik dan jadi bahasan juga secara nasional, karena sangat dimungkinkan petahana melakukan manuver-manuver konsolidasi di luar wilayah Depok.”

Namun demikian, Dede mengaku pihaknya enggan berspekulasi terlalu jauh karena masih harus membuktikan kebenarannya.

“Jika memang itu agenda pemda (pemerintah daerah) tentunya itu kewenangan pemda untuk menggelar kegiatan yang dipandang perlu. Peran kami untuk memastikan kegiatan tersebut tidak disalahgunakan.”

Karena acara di luar kota, Bawaslu Depok selanjutnya akan berkoordinasi dengan Bawaslu setempat. “Kami akan informasikan juga ke Bawaslu Kabupaten Bogor.”

Untuk diketahui, dalam surat perintah itu tercantum 42 nama pejabat dilingkungan pemerintah Kota Depok. Mereka adalah kepala dinas dan camat. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here