Idris-Imam Penerima Sumbangan Tertinggi Rp 1 Miliar

Kandidat di Pilkada Depok (Istimewa)

MARGONDA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok mencatat, pasangan calon wali-wakil wali kota, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono menerima sumbangan dana kampanye tertinggi, yang totalnya mencapai Rp 1 miliar.

Hal itu terungkap berdasarkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) yang diterima KPU dari dua pasang peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang berkompetisi pada tahun ini.

Adapun detailnya adalah, pasangan calon Wali-Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-Afifah Alia menyumbang Rp 399.337.500. Kemudian, pasangan nomor urut satu ini juga mendapat sumbangan dari pihak lain atau perseorangan sebesar  499.710.000.

Dengan demikian, jumlah penerimaan sumbangan dari kubu yang diusung oleh Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, PSI dan PAN itu totalnya Rp 899.047.500.

Menarik Lainnya: Jelang Pencoblosan, 4.049 Kotak Suara Tiba di Depok

Sedangkan dari pasangan calon Wali-Wakil Wali Kota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono menyumbang Rp 500.000.000. Kemudian, pasangan nomor urut dua ini mendapat sumbangan dari pihak lain atau perseorangan sebesar Rp 500.000.000.

Dengan demikian total penerimaan sumbangan dari kubu yang diusung oleh PKS, PPP dan Demokrat itu sebesar Rp 1.000.000.000

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Depok Ahmad Soleh Firdaus Habibi mengatakan, laporan ini disebut LPSDK. Ini dilakukan untuk tranparansi anggaran masing-masing pasangan calon.

“Sebenarnya kita tidak ada posisi untuk menghakimi atau menyatakan ini legal atau ilegal jadi hanya bentuk laporan saja,” jelasnya, Rabu 4 November 2020

Ahmad menyebut, sumbangan dana kampanye itu bisa dalam bentuk uang, juga bisa dalam bentuk barang maupun jasa. Sejauh ini, menurutnya para kandidat paham aturan.

“Ya kalau catatan dari penyelenggara (KPU), sejauh yang diatur mereka taat aturan jadi dibatas waktu yang ditentukan mereka melakukan laporan,” ujarnya. (rul/*)