Idris Akui Dirinya Jalani Tes Covid-19, Ini Hasilnya

Wali Kota Depok, Mohammad Idris (istimewa)

MARGONDA– Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengaku, jika dirinya telah melakukan pemeriksaan diri terkait Corona (Covid-19). Hal ini dilakukan sesuai arahan Gubernur Jawa Barat.

“Kami memberitahukan kepada masyarakat dan media atas instruksi Gubernur Jabar bahwa seluruh kepala daerah di Jabar agar melakukan pemeriksaan diri dari Covid-19,” katanya pada Senin 23 Maret 2020

“Dan alhamdulillah kami semua, jajaran gugus tugas Covid-19 dalam keadaan sehat,” katanya lagi

Idris pun berharap, seluruh warga Depok dalam keadaan sehat dan masalah ini segera berlalu. “Mari sama-sama kita berdoa agar kita bisa keluar dari bencana Covid 19 ini dan seluruh wilayah di Indonesia bisa juga menyelesaikan masalah bencana ini dengan baik.”

Untuk diketahui, jumlah warga Depok yang didiagnosa positif terjangkit virus Covid-19 kembali bertambah. Dari 10 orang, kini kasusnya naik menjadi 13 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh tak berubah, masih empat orang.

Itu berdasarkan data terbaru yang direleas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, pada Minggu 22 Maret 2020. Selain kasus terkonfirmasi, data tersebut juga menunjukkan Pasien dalam Pengawasan atau PDP sebanyak 87 orang, dengan sembilan orang diantaranya dinyatakan selesai. Itu artinya ada 78 orang yang masih dalam pengawasan.

“Sedangkan ODP (orang dalam pemantauan) ada 393 orang, selesai 182 orang dan masih dalam pemantauan 211 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada korban jiwa terkait virus tersebut. “Yang terkonfirmasi positif 13 orang, empat sembuh dan yang meninggal nol (belum ada).”

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Pemerintah Depok gencar melakukan sosialisasi mobile secara massif dan melakukan penyemprotan disinfektan pada area-area publik.

Tak hanya itu, gugus tugas juga melakukan penanganan pada kasus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) termasuk melakukan tracing terkait virus Covid-19.

Selain itu melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat dan provinsi serta mempersiapkan rumah sakit rujukan untuk kasus sedang dan berat.

“Kami juga sudah melatih SDM kesehatan dalam pengambilan swab. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pemeriksaan penunjang dalam menegakkan diagnose.”

Lebih lanjut Dadang mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan arahan-arahan pemerintah, konsisten menjaga jarak fisik dengan tidak keluar rumah untuk sementara waktu ini.

“Hindarilah keramaian dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. Dihimbau untuk selalu menjaga kebersihan diri dan pola hidup sehat,” katanya. (rul/*)