HTA Ragukan Hasil Swab Labkesda Depok, Begini Respon Jubir COVID

Pelayanan kesehatan dari Labkesda.(Foto: Istimewa)
Pelayanan kesehatan dari Labkesda.(Foto: Istimewa)

DepokToday- Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mempertanyakan hasil uji sampel pasien COVID-19 Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Sebab menurutnya, ada ketidak cocokan dengan instansi lain.

Hal itu diungkapkan Hendrik usai mendapat laporan dari beberapa anggota Fraksi PDIP Depok dan rekannya. Adapun salah satu laporan yakni, pada Kamis 11 November 2021, orang tersebut dinyatakan positif COVID-19 lewat uji sampel di Labkesda Depok.

Baca Juga: 6 Tahun Kasus Akseyna UI, Saksi Ahli Diserang, Pembunuh Gentayangan

Kemudian, pada Sabtu 13 November dinyatakan negatif oleh RSUD Depok. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan ulang di Labkesda dan kembali dinyatakan positif.

“Nah tanggal 16 November malam dan tanggal 17 November, paginya cek lagi di 2 lab yang berbeda hasilnya negatif. Total swab se-minggu ini 5 kali,” katanya pada awak media, Kamis 18 November 2021.

Hendrik Tangke Allo (DepokToday.com)
Hendrik Tangke Allo (DepokToday.com)

Atas dasar itulah, pria yang akrab disapa HTA ini mempertanyakan akurasi dan kebenaran dari hasil PCR swab Labkesda yang menurutnya berbeda dengan hasil lab di instansi lain.

“Jangan-jangan ada permainan oknum di Labkesda yang sengaja mengCOVID-kan warga,” kata Ketua DPC PDIP Depok itu.

Baca Juga: Ada Klaster PTM Terbatas, Wali Kota Hentikan Kegiatannya Selama Sepekan

Ia mendesak, agar kasus ini diusut tuntas dan dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kegaduhan. Sebab, HTA menganggap, kasus itu merugikan Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Depok.

“Dan yang pasti sangat merugikan pasien secara mental dan psikis. Ini pasti sangat berbahaya. Labkesda Depok harus bertanggungjawab. Harus ada investigasi lanjutan terhadap Labkesda,” tuturnya.

Tentang Labkesda Depok

Sementara itu, menurut Juru Bicara COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, terkait pemeriksaan, terutama untuk penanganan COVID sebaiknya tidak perlu diperbandingkan.

“Jadi gunakan hasil pertama. Ketika sudah dinyatakan positif pada pemeriksaan pertama itu yang digunakan untuk antisipasi kita. Maka ketika dinyatakan positif langsung melakukan isoman atau perawatan jika ada gejala dan lain-lain,” ujarnya.

Baca Juga: Lagi! Pelajar Tawuran di Depok, Satu Siswa Berdarah Kena Bacok

“Jadi menurut saya demi keselamatan diri dan juga keluarga sebaiknya memang digunakan hasil lab pertama,” sambungnya.

Lebih lanjut Dadang menegaskan, Labkesda Depok sudah terakreditasi oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan alatnya pun itu dibantu Kemenkes serta ditangani oleh para ahlinya.

“Jadi secara legalitas itu Labkesda sudah terakreditasi dari Kemenkes.” (rul/*)