Hotel Bumi Wiyata Didemo Pegawai

Aksi unjuk rasa sejumlah pegawai di depan Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda (DepokToday, Rul)

MARGONDA– Sejumlah pegawai Hotel Bumi Wiyata Depok, Jawa Barat  menggelar aksi unjuk rasa pada Sabtu, 28 Desember 2019. Aksi yang berlangsung tepat di depan pintu masuk hotel itu sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Margonda arah Jakarta macet cukup panjang.

Dalam aksinya itu, pendemo menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya, tidak dilaksanakannya perjanjian bersama tepat waktu, tidak dilaksanakannya penerapan struktur skala dan upah tahun 2020, tidak dilaksanakannya isi perjanjian kerja bersama, pelanggaran penerapan outsourcing, penerapan sanksi yang tidak adil terhadap pekerja serikat dengan pekerja yang non serikat.

Tak hanya itu, Ketua Serikat Pekerja Hotel Bumi Wiyata Rudi Gunawan dalam orasinya juga sempat menyinggung upah kerja lembur yang hanya dibayarkan dengan hari libur tanpa ada imbalan uang serta penerapan pajak PPH 21 yang dianggapnya tidak adil terhadap para pekerja.

“Jika tuntutan kami tidak digubris kami akan terus melakukan aksi sampai tuntutan dipenuhi,” katanya

Sementara itu, General Manager Hotel Bumi Wiyata, Hesty Kemala Dewi menepis semua tuntutan tersebut. Ia bahkan menegaskan, pihaknya telah melaksanakan perjanjian bersama sesuai waktu. Pada poin pertama didalam perjanjian bersama itu, ada klausal bahwa perjanjian tersebut dilaksanakan dengan itikad baik, dan semuanya sudah dipenuhi oleh perusahaan.

“Jadi itu memang kami sempat pergantian manajemen dan kami sudah melakukan pembenahan dan terpenuhi semuanya,” katanya pada wartawan

Sedangkan untuk tuntutan upah lembur, Hesty pun mengaku sudah ada kesepakatan bersama antara pihak manajemen dan pegawai.

“Pada kesepakatan bersama dijelaskan bahwa upah lembur yang diberikan pada karyawan dikompensasikan dengan libur, kenapa diingkari, sebenarnya yang mana. Jadi ini sudah semakin menjadi, ini masalah internal.”

Kemudian ketika disinggung skala upah tahun 2020 seperti yang tertuang dalam poin ke-dua tuntutan, Hesty menyebut hal itu terkesan prematur.

“Apakah kita sudah masuk 2020, Depok saja baru mensosialisasikan skala upah tahun 2020 itu tanggal 20 November 2019 keatas, ketetapan gubernur saja disetujui oleh Dinas Ketenagakerjaan pada tanggal 30 November 2019, masa kami mendahului menetapkan upah,” ujarnya

Namun demikian, Hesty menegaskan, pihaknya selalu memberikan ruang untuk dialog agar persoalan ini bisa dicarikan solusinya. Ia meyakini, aksi unjukrasa yang terjadi pada hari ini tidak berdampak serius pada aktivitas hotel karena sebagian besar pegawai memilih untuk tetap bekerja seperti biasa.

“Biar bagaiamanapun mereka (pendemo) adalah anak-anak kami, dan kami selalu memberikan ruang untuk berdiskusi agar persoalan ini segera teratasi. Karena bagi kami semua yang bekerja disini adalah keluarga besar.”

Hingga berita ini diturunkan, aksi tersebut masih berlangsung dan mendapat kawalan ketat aparat kepolisian. (rul/*)