Hidup Sebatang Kara di Rumah Kontrakan, Bocah ini Butuh Uluran Tangan

0
323
Ketua LSM Kapok, Kasno (kanan) bersama Ray Andre (dua kiri) mengunjungi Ahmad.(Tangkapan Layar)

DUA jam yang lalu, redaksi DepokToday mendapat pesan dari netizen. Setelah dibuka, isi pesannya cukup membuat haru.

“Bantu Up Min..syapa tau ada yang bisa membantu…” begitu pesan yang disampaikan oleh netizen.

Dibawah pesan itu, kemudian ada gambar tangkapan layar di mana ada seorang pria, sepertinya Ray Andre (Info Depok) bersama seorang bocah. Mereka tengah berbincang di dua tempat berbeda.

“Jl.masjid irsyadul ummah no.35 RT.04/07 (kontrakan samping d’two futsal) kel.kalimulya, kec.cilodong, Depok,” sambungnya. “Info dapet dari grup,” lanjutnya lagi.

Penasaran, DepokToday pun mencoba mencari informasi yang disampaikan netizen. Grup Info Depok, disinilah DepokToday mendapat informasi lengkap tentang apa yang diutarakan sang netizen.

Dikutip dari Info Depok yang disampaikan oleh Ketua LSM Kapok, Kasno. Ternyata ada seorang bocah bernama Ahmad (13 tahun) yang beberapa minggu lalu ditinggal oleh bapak dan kakaknya pergi entah kemana.

Menurut keterangan Ahmad, ibunya sudah lama meninggal dunia. Ahmad mengaku sekarang hidup sebatang kara di rumah kontrakan milik Ibu Lilik, warga Jalan Masjid Isyadul Umah No 35 RT 004/RW 007 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok.

Kasno mengungkapkan, sementara ini Ahmad bisa makan dari pemberian para tetangganya.

“Mudah-mudahan ada para donatur, para dermawan atau para pejabat eksekutif, legislatif maupun yudikatif memberikan sedikit bantuan untuk Ahmad yang malang ini,” tulis Kasno, Selasa (21/4/2020).

Kronologis

Selain dari Kasno, DepokToday juga terus mencari informasi tambahan ihwal bocah malang ini.

Begini ceritanya pertemuan antara tim Info Depok dengan Ahmad, si bocah Kalimulya yang hidup sebatang kara di rumah kontrakan.

Saat kami mau pulang habis beli makan Indomie disekitar pertigaan Kp serab Tirtajaya pukul 23.30 kami mendapati seorang anak 13 th yg sedang markir, sebelumnya kami berpikiran itu anak ngapain tengah malam keluyuran, jangan-jangan modus kejahatan.⁣

Disaat PSBB Alfamart, dan warung lainya sudah PD tutup pukul 20.00. Akhirnya kami hampiri menanyakan sedang apa?⁣

Saya : Adik lagi ngapain? (kami tanya identitas)⁣
Ahmad : Saya Ahmad lg markir bang buat beli bensin dan makan. Saya tinggal di Kalimulya ngontrak dikontrakkan samma temen, cari uang buat makan dan beli bensin, ibu saya sudah meninggal bapak sy pergi sama KK saya.

Ternyata ini motor dari uwanya yg tinggal di BBM. Kami inisiatif buat antar pulang, ke kontrakannya. Akhirnya dia coba menyalakan gak bisa dan saya coba gak bisa ternyata bensin habis, kita cariin bensin eceran yg gak jauh dari lokasi.⁣

Saya tanya kamu sudah makan blom? tadi sore aja baru makan pake Indomie dikasih tetangga.⁣

Saya langsung tukang nasi goreng untuk dibawa pulang buat makan, akhirnya kami bersama tmn2 ID yg kebetulan sedang patroli, kami mengawal mengantar pulang, motornya sudah diisiikan bensin akhirnya bisa hidup.⁣

Sampailah kami dikontraknya dan ternyata benar dia tinggal seorang diri, makan, nyuci, dll dilakukan secara mandiri dan air mata saya mulai berkaca inget anak di rumah seusia Ahmad juga.⁣

Ahmad kembali menceritakan disini dia baru sebulan dikontraknya temenya yg bayarin, kalo pagi suka mulung, sudah putus sekolah.⁣

Ibunya sudah meninggal, bapak dan kknya sudah pergi. Persepsi kita sebelumnya dikira anak modus ternyata kebalikan dia keluar nyari rezeki buat nyari makan dan bensin motornya. Kami berpesan ke Ahmad jangan keluar terlalu malam saat situasi ini.⁣

Kami salut dengan kemandiriannya saya kasih masker Info Depok dan sedikit rezeki buat dia. Semoga cerita ini bisa menjadikan pelajaran buat kita semua.⁣

Bila ada yg membutuhkan alamat Ahmad bisa kontak ke 0896 4470 8046 nomor salah satu tim kami.

(Info Depok/red/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here